Pelaksanaan Hukum Jaminan dalam Rangka Pengamanan pada Pemberian Pembiayaan Al-Mudharabah (Trust Finance) di Bank Syariah cabang Yogyakarta
SUKMAWIJAYA, Maulana Hassan, Prof.Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH.,MH
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan hukum jaminan sebagai bentuk pengamanan dan meminimalisir risiko pada pemberian pembiayaan al-Mudharabah, serta faktor-faktor yang mendukung dan menentang penerapan hukum jaminan dalam implementasi pembiayaan al-Mudharabah di Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Tabungan Negara Syariah (BTNS) cabang Yogyakarta. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari hasil penelitian di lapangan dengan menggunakan alat pengumpul data yang berupa wawancara terstruktur maupun tidak terstruktur yang didukung oleh data sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan mengkaji berbagai literatur, peraturan perundangan, dan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisa secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriptif. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa bentuk-bentuk pengamanan pada praktek pembiayaan al-Mudharabah di Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Tabungan Negara Syariah (BTNS) cabang Yogyakarta adalah penerapan hukum jaminan yang berupa pengikatan hak kebendaan dengan jaminan Hak Tanggungan, dan Fidusia, serta agunan yang berupa cessie piutang. Dengan adanya jaminan maka pihak bank memperoleh perlindungan dan kepastian hukum, bahwa dana yang diinvestasikannya kepada nasabah akan kembali berikut keuntungan yang telah dipastikan. Faktor-faktor yang menentang penerapan hukum jaminan pada pemberian pembiayaan al-Mudharabah didasarkan pada mahzab Imam Maliki dan Imam Syafi’i, dimana pembiayaan al-Mudharabah merupakan suatu bentuk perjanjian kerjasama berdasar kepercayaan, dengan adanya jaminan yang memberikan kepastian hukum bagi bank atas pengembalian dana yang telah diinvestasikan berikut keuntungannya maka pembiayaan al-Mudharabah menjadi tidak sah.
The purpose of reseach is to know how the implementation of warranty as the form of secrecy and to minimalist the risk of al-Mudharabah payment included any supporting and opposing factory of the warranty implementation on al- Mudharabah payment of Muamalat Bank and BTN Syariah branch of Yogyakarta. The data used in this research is primary data, it is the data that directly get from this research in the field with used any collecting data tools such as structure interviews or even accidental interview, supporting by secondary data gate from reviewing any literatures, legislation regulation and any document related with the research dispute problem. After the data collected then it will analyzed quantitatively and made into form of descriptive research report. According to the research, it knew whereas secrecy forms in al-Mudharabah payment at Muamalat Bank and BTN Syariah branch of Yogyakarta is the implementation of warranty, patrimonial rights obligation including guarantee rights and fiduciary and also the guarantee such cessie. Bank will get the protection and legal certainly by the rice protection and legal certainly by the rice of guarantee, certain inverted capital of invested will return including any determine profit. The factory oppose the implementation of warranty in the al-Mudharabah payment based on Maliki and Syafi`i scholar, whereas al-Mudharabah is the mutual agreement based on the trust, however the guarantee which give legal certainly to the bank toward the invested capital return including it`s profits will marked al-Mudharabah payment recognized as void concerning syariah law.
Kata Kunci : Hukum Jaminan,Bank Syariah,Pembiayaan Mudharabah, Warranty, Secrecy, al-Mudharabah Payment