Perjanjian standar yang mengandung klausula eksemsi dalam perjanjian kredit bank di kaji dari Undang-undang No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen :: Studi kasus Putusan No.206/PDT.G/2005/PN.DPS-Bali
STYAWATI, Ni Komang Arini, Prof.Dr. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN
2007 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)Tujuan penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami tentang kekuatan mengikat perjanjian kredit bank yang mengadung klausula eksemsi ditinjau dari Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan untuk mengetahui serta memahami terjadinya wanprestasi dalam perjanjian kredit Bank Mayapada Internasional, Tbk. Cabang Denpasar-Bali. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu mencakup penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematika hukum, perbandingan hukum, yang diperoleh dari penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder. Selanjutnya dilakukan pula penelitian lapangan (empiris) untuk memperoleh data primer guna menunjang dan melengkapi data sekunder tersebut. Pengumpulan data kepustakaan dilakukan dengan studi dokumen, sedangkan untuk pengumpulan data lapangan dilakukan dengan cara wawancara terhadap responden dan nara sumber; kemudian data yang diperoleh diolah dan dianalisa secara kualitatif dan hasilnya disajikan secara deskriptif analisis. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa perjanjian kredit bank yang mengandung klausula eksemsi ditinjau dari ketentuan Pasal 18 Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen adalah tidak mempunyai kekuatan mengikat, karena perjanjian bank tersebut mengandung klausula yang bertentangan dengan ketentuan Pasal 18 ayat (1) dan (2) UU Perlindungan Konsumen, sehingga klausula perjanjian tersebut adalah batal demi hukum. Wanprestasi dalam perjanjian kredit Bank Mayapada Internasional, Tbk. Cabang Denpasar-Bali, terjadi apabila debitur tidak melaksanakan kewajbannya untuk membayar utang pokok serta bunga pada setiap bulannya, kelalaian mana cukup dibuktikan dengan lewatnya waktu saja.
The research aims to study and examine the binding power of a bank loan agreement with exemption clauses based on the Act No. 8/1999 on Protection of Consumers, and the breach of bank loan agreement committed by Bank Mayapada Internasional, Tbk. Branch of Denpasar-Bali. The research is a normative research, covering examination of legal documents related to legal principles, systematic, and comparison through library research to collect secondary data. In order to complete secondary data, a field (empirical) research is carried out to obtain primary data by conducting interview with respondents and resource people. Data collected are analyzed using a qualitative method and the results are presented using descriptive analysis. The results of research show that, based on the stipulation in Article 18 of Act No. 8/1999 on Protection of Consumers, bank loan agreements with exemption clauses are assessed as not having binding power when it includes clauses which are inconsistent with Articles 18 items 1 and 2 of Protection of Consumers Act. As the consequences, the clausuls are terminated. Breach of bank loan agreement committed by Bank Mayapada International Tbk. Branch of Denpasar-Bali occurs when a debitor fails in completing the monthly loan payment plus interest.
Kata Kunci : Perlindungan Konsumen,UU No8 Tahun 1999,Perjanjian Kredit, Agreement, exemption clause, protection of consumers