Tinjauan tentang putusan cerai gugat Pengadilan Agama 1 B Purbalingga
GAZALI, Alimudin, Prof.Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH.,MH
2007 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian ini merupakan penelitian yuridis normative, yaitu penelitian yang didasarkan pada penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder di bidang hukum dan dilengkapi dengan penelitian lapangan untuk memperoleh data lapangan sebagai data primer. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya cerai gugat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dasar hukum apa saja yang digunakan sebagai pertimbangan hukum dalam memutuskan perkara cerai gugat dengan adanya gugatan dari isteri terhadap suaminya sebagai tergugat. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka perceraian yang diterima oleh Pengadilan Agama I B Purbalingga per-tahun sebanyak 1100 perkara dan terlihat pada tahun 2006 sebanyak 1147 perkara perceraian yang diterima dengan perbandingan 338 (29,47%) untuk perkara cerai talak, dan 809 (70,53%) untuk perkara cerai gugat. Ini disebabkan dengan adanya beberapa faktor di antaranya, bahwa menurut laporan bulan Januari 2007 faktor meninggalkan kewajiban menempati urutan pertama dengan jumlah untuk ekonomi 34 (30,91%), 73 (66,36%) untuk tidak ada tanggung dan sisinya terus menerus berselisih sebanyak 2 (1,82%), 1 (0,91%) untuk kawin di bawah umur. Pada bulan Pebruari meninggalkan kewajiban mendapatkan jumlah 58 dengan masing-masing untuk ekonomi 19 (26,39%), 39 (54,17%) untuk tidak ada tanggung jawab, faktor terus menerus berselisih sebanyak 12 (16,67%) dan moral 2 (2,78%). Sementara untuk bulan Maret faktor meninggalkan kewajiban masih menempati urutan tertinggi dengan jumlah 75 (67,57%) untuk tidak ada tanggung jawab, Ekonomi 17 (15,32%), terus menerus berselisih 16 (14,41%), cemburu dan cacat biologis masing-masing sebanyak 1 (0,90%). Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada bab IV ditemukan bahwa, pengaruh Hukum Islam (fiqh) dapat dilihat dari bagaimana hakim menjadikan unsur-unsur dari sighat talik talak sebagai landasan hukum atau hujjah untuk menentukan kebolehan seorang isteri mengajukan perkara perceraian ke Pengadilan Agama. Hal ini terlihat dari bagaimana hakim dalam memutuskan perkara cerai gugat yang tidak hanya melihat pada aturan tertulis saja tapi lebih pada mempergunakan pendapat-pendapat para ahli fiqh sebagai pentaukid (memperkuat) atas aturan yang tidak ditemukan baik dalam undang-undang maupun yurisprudensi.
The research falls into juridical normative category, which is carried out by conducting library and field researches to obtain secondary and primary data respectively. It aims to study the factors influencing the decisions on divorce case files and the considerations taken by the judge before making decisions on divorce cases filed by wives. The research results show that the number of divorce case files submitted to Religious Court 1B Purbalingga is 1100 per annum. In 2006, a number of 1147 divorce case files were submitted, consisting of 338 (29.47%) cases of divorce by talak and 809 cases of divorce filed by wives. In January 2007, it is reported that divorce cases were mostly filed for responsibility-ignoring husband reasons, which included reasons related to financial problem (34 cases or 30.91%) and responsibility (73 cases or 66.36%). Other reasons for filing a divorce case were unrelenting conflict (2 cases or 1.82%) and under-aged marriage (1 case or 0.91%). In February, the number of divorce cases filed for responsibility-ignoring husband was 58, consisting of 19 cases (26.39%) for financial, 39 cases (54.17%) for responsibility, 12 cases (16.67%) for unrelenting conflict, and 2 cases (2.78%) for moral reasons. In March, responsibility-ignoring husband reasons ranked the first, with the following composition: 75 cases (67.57%) for responsibility, 17 cases (15.32%) for financial, 16 cases (14.41%) for unrelenting conflict, and 1 case (0.90%) each for jealousy and physical inability reasons. The research concludes that the influence of fiqh (Islamic jurisprudence) can be observed through how the judge makes the use of sighat talik talak (statement of conditional divorce) as the legal basis (hujjah) for decision on whether or not wives are allowed to file for divorce. It can be observed through how the judge makes decision on divorce case filed by wives, which takes considerations not only on written regulations, but also fiqh scholars’ (who gives taukid) opinions as supporting considerations of certain stipulations unspecified in current regulations or jurisprudence.
Kata Kunci : Pengadilan Agama,Putusan Cerai Gugat, divorce case file, divorce filed by wives, court decision