Laporkan Masalah

Keberdayaan masyarakat dalam pengembangan usahatani mangga malam di desa Watugajah Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul

RAHMAWATI, Miftah, Ir. Supriyanto, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat di desa Watugajah serta mengetahui peranan outsiders dalam proses pemberdayaan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan motivasi sebagian besar masyarakat dalam pengembangan usahatani mangga Malam di desa Watugajah; (2) Untuk mendeskripsikan macam pengembangan usahatani mangga Malam yang telah dilakukan; (3) Untuk mengetahui keberdayaan masyarakat di desa Watugajah dalam tiga tahun terakhir (2004 – 2006) dalam pengembangan usahatani mangga Malam di desa Watugajah; (4) Untuk mengetahui hubungan antara peranan outsiders dan keberdayaan masyarakat dalam pengembangan usahatani mangga Malam. Sampel penelitian berjumlah 60 petani mangga di desa Watugajah. Instrumen dalam pengumpulan data adalah data sekunder, metode kuesioner dan teknik interview. Metode statistik yang digunakan adalah teknik korelasi Bivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi sebagian besar petani dalam pengembangan usahatani mangga Malam adalah motivasi eksistensi; (2) Pengembangan usahatani mangga Malam dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat; (3) Keberdayaan masyarakat di desa Watugajah tinggi dengan skor yang dicapai adalah 71,44%; (4) Peranan penyuluh dan pemerintah berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam proses pemberdayaan jika peranan penyuluh dan pemerintah dibuat semakin tinggi maka peranan masyarakat akan semakin rendah. Ini terjadi karena masyarakat menjadi tidak mandiri.

The research was conducted to identify a community empowerment process in developing of Malam mangoes farm and to measure an outsiders contribution in empowerment process in Watugajah village. The aims of this research were: (1) To describe a motivation among society in developing of Malam mangoes farm in Watugajah village. (2) To describe a kind of Malam mangoes farm development in Watugajah village. (3) To identify the community powerfulness in developing of malam mangoes farm during three years (2004 – 2006) in Watugajah village. (4) To identify a correlation between outsiders contribution and insiders in developing of Malam mangoes farm. The research took 60 samples which all of them were mango farmer in Watugajah village. The instruments for collecting the data were documents, questioners and interviews. The statistic method used for analyzing was Bivariate correlation. The finding indicated that: (1) A motivation among society in developing of Malam mangoes farm in Watugajah village was an existence motivation. (2) A development of Malam mangoes farm was done by government and society. (3) Community powerfulness was highly performed by over 50% people during three years (2004 – 2006) in Watugajah village, score obtained was 71,44%. (4) Government and extension worker contribution have a significance influence in empowerment process. The result showed that in empowerment process if the government and extension worker contribution was made high, a society contribution would low so that It was happened because the community become more dependence.

Kata Kunci : Usahatani Mangga, Pemberdayaan Masyarakat, community empowerment, outsiders contribution.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.