Laporkan Masalah

Motivasi petani dalam pembuatan Virgin Coconut Oil dan kemitraan dengan pusat pengolahan kelapa terpadu di Kabupaten Kulon Progo

QONITA, Raden Rara Aulia, Dr.Ir. Sunarru Samsi Hariadi, MS

2007 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Motivasi kerja utama petani dalam pembuatan VCO; (2) Motivasi kerja utama petani dalam kemitraan dengan PPKT; (3) Sejauhmana pengaruh motivasi kerja petani terhadap kemitraan dengan PPKT; (4) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap petani dalam pembuatan VCO; (5) Manfaat tertinggi diantara manfaat teknis, ekonomi dan sosial, yang diperoleh petani dari kemitraan dengan PPKT; (6) Keuntungan yang diperoleh petani dari pembuatan VCO. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah diskriptif analisis dan metode pengambilan sampel dilakukan dengan sensus; jadi petani di Kecamatan Galur yang bermitra dengan PPKT dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode skoring, regresi sederhana, regresi berganda dengan metode backward, skoring dengan metode perbandingan berpasangan dan analisis keuntungan (keuntungan = penerimaan total – biaya total). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja yang paling kuat dalam pembuatan VCO dan kemitraan dengan PPKT adalah motivasi existence. Motivasi kerja petani tidak berpengaruh secara nyata terhadap kemitraan dengan PPKT. Faktor umur, sikap, kekosmopolitan, sumber penghasilan lain, motivasi kerja ERG berpengaruh secara signifikan terhadap pembuatan VCO. Manfaat tertinggi dari kemitraan dengan PPKT adalah manfaat teknis. Pembuatan VCO memberikan keuntungan sebesar Rp 620.516 per tahun per petani dan dengan memberikan nilai tambah Rp 246,45 (23,59 %) per butir bila dibandingkan menjualnya dalam bentuk kelapa.

This research aims to know (1) Main farmer’s working motivation in VCO production; (2) Main farmer’s working motivation in partnership with PPKT (#) Influence farmer’s working motivation towards partnership with PPKT (4) Factors that influence farmer in VCO production (5) The higest advantege amang technique advantage, economic and social that received farmer from partnership with PPKT (6) Profit that received farmer from VCO production. This research is conducted in Galur District, Kulon Progo Regency. The base method that applied in this research is analitic descriptive and sampling method taken by sensus; so farmers in Galur District that partnership with PPKT as responden. Collecting data take by questionnaire. The data are analysed using skoring, simple regression, multiple regression with backward method, skoring with paired comparison method and profit analysis (profit = total revenue – total cost). The result of research show that main farmers working motivation in VCO production and partnership with PPKT are existence motivation. Farmer’s working motivation doesn’t influence significantly towards partnership with PPKT. Factors age, attitude, cosmopolitan, other income resource, ERG working motivation influence significantly towards VCO production. The Higest advantege from partnership with PPKT is technique advantage. VCO production to yield a profit Rp 620.516 per year per farmer and give added value Rp 246,45 (23,59 %) per coconut if comparison with sell fruit coconut.

Kata Kunci : Pengolahan Kelapa,VCO,Motivasi Petani, Motivation, Partnership


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.