Pengaruh daya dukung lahan dan faktor sosial ekonomi terhadap perilaku petani dalam konservasi lahan sawah di Kabupaten Kulon Progo
KURNIASIH, Dian, Ir. Roso Witjaksono, MS
2007 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perilaku petani dalam konservasi lahan sawah di Kabupaten Kulon Progo (2) Pengaruh daya dukung lahan dan faktor sosial ekonomi terhadap perilaku petani dalam konservasi lahan sawah, dan (3) Pengaruh perilaku petani dalam konservasi lahan sawah terhadap pendapatan usahatani. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan dilaksanakan di Kecamatan Nanggulan dan Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Dua Kecamatan tersebut dipilih secara purposive untuk mewakili daerah dengan daya dukung lahan tinggi dan rendah. Sementara itu sampel petani diambil dengan metode multistage random sampling. Untuk mengetahui perilaku petani dalam konservasi lahan sawah digunakan Uji Proporsi. Untuk mengetahui pengaruh daya dukung lahan dan faktor sosial ekonomi terhadap perilaku petani dalam konservasi, serta pengaruh perilaku petani dalam konservasi terhadap pendapatan usahatani, digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% petani di Kabupaten Kulon Progo memiliki perilaku yang tinggi dalam menerapkan metode konservasi, terutama metode vegetatif. Sedangkan dalam penerapan mekanik, perilaku petani masih belum tinggi. Tingkat daya dukung lahan tidak mempengaruhi perilaku petani dalam konservasi lahan sawah. Petani di dua kecamatan yang memiliki tingkat daya dukung lahan berbeda tersebut memiliki perilaku dalam konservasi yang sama-sama tinggi. Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi perilaku petani dalam konservasi lahan sawah adalah umur, pengetahuan, sikap, motivasi, keaktifan dalam kelompok tani, penghasilan luar usahatani, ketersediaan bahan organik dan kepemimpinan kelompok. Perilaku petani yang tinggi dalam konservasi lahan sawah tersebut tidak berpengaruh pada pendapatan usahatani di Kabupaten Kulon Progo. Tetapi, nilai koefisien regresi yang positif menandakan bahwa hubungan anatara keduanya adalah semakin tinggi perilaku petani dalam konservasi lahan sawah, maka pendapatan usahataninya juga semakin tinggi.
The research aimed to determine : (1) farmer’s behavior on wet land conservations in Kulon Progo Regency (2) The impact of land carrying capacity and socio economic factors to farmer’s behavior on wet land conservations, and (3) The impact of farmer’s behavior on wet land conservations to their agribusiness income. The method used in this study was descriptive analysis. The research was done in Kulon Progo Regency, especially in Nanggulan and Kokap Sub District. The locations chose by purposive sampling method to represent area that have high level of land carrying capacity and low level of land carrying capacity. The respondents chose by multistage random sampling method. Farmer’s behavior on wet land conservations measured with Proportion Test by Dajan. Therefore, the impact of land carrying capacity and socio economic factors to farmer’s behavior on wet land conservations, and the impact of farmer’s behavior on wet land conservations to the farmer’s agribusiness income measured with multiple linear regression analysis. The results indicated that more than 50% farmers in Kulon Progo regency have a high level of conservations behavior, especially in vegetative methods. Mechanics methods were in middle level. The level of land carrying capacity did not influence farmer’s behavior on wet land conservations. Farmers in both area have a high level behavior on wet land conservations. The socio economic factors influenced the farmer’s behavior on wet land conservations significantly were age, conservation knowledge, motivation, activity in group, non agribusiness income, availability of organics input and leadership. The high level of farmer’s behavior on wet land conservations did not influence their agribusiness income. But the relationship was positive, the more increase of farmer’s behavior on wet land conservations, the more upgrading farmer’s agribusiness income.
Kata Kunci : Daya dukung lahan, Faktor Sosial Ekonomi, Konservasi Lahan Sawah, Pendapatan Usahatani, Land Carrying Capacity, Socio Economic Factors, Wet Land Conservations, Agribusiness Income