Laporkan Masalah

Optimasi formula Granul Effervescent ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) secara granulasi basah dengan metode desain faktorial

LESTARI, Agatha Budi Susiana, Prof.Dr. Achmad Fudholi, DEA.,Apt

2007 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak tersebar luas di Indonesia dan telah terbukti berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Namun demikian, penggunaan rimpang temulawak masih terbatas dikarenakan masih belum banyak produsen yang mencoba mengemas temulawak menjadi sediaan instant yang mudah dalam penggunaannya. Sehubungan dengan hal tersebut, dilakukan penelitian untuk menghasilkan granul effervescent ekstrak rimpang temulawak dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan, dengan mengggunakan dua macam kombinasi sumber asam, yaitu asam tartrat-asam sitrat (granul I) dan asam tartrat-asam fumarat (granul II), dan natrium bikarbonat sebagai sumber basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi asam (asam tartrat-asam sitrat, asam tartrat-asam fumarat), natrium bikarbonat, atau interaksinya yang dominan dalam menentukan sifat fisik granul effervescent ekstrak rimpang temulawak, yang meliputi kecepatan alir, kandungan lembab dan waktu hancur. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan area komposisi formula granul effervescent ekstrak rimpang temulawak yang optimum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental murni menggunakan desain faktorial dengan dua faktor dan dua level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul effervescent I (kombinasi asam tartrat-asam sitrat) yang dihasilkan dari setiap formula memenuhi syarat uji kecepatan alir, kandungan lembab, dan waktu hancur. Dalam hal ini natrium bikarbonat berpengaruh dominan terhadap semua uji sifat fisik granul effervescent, dan pada level yang diteliti, dan diperoleh area komposisi optimum campuran asam tartrat-asam sitrat dan natrium bikarbonat yang menghasilkan granul effervescent dengan kualitas yang dikehendaki. Adapun dari granul effervescent II (kombinasi asam tartrat-asam fumarat) yang dihasilkan, dapat diketahui bahwa efek interaksi campuran asam tartrat-asam fumarat dan natrium bikarbonat dominan berpengaruh terhadap kecepatan alir dan waktu hancur. Efek campuran asam tartrat-asam fumarat dominan berpengaruh terhadap kandungan lembab granul. Berdasarkan super imposed yang terbentuk diperoleh area komposisi optimum natrium bikarbonat dan campuran asam tartrat-asam fumarat terbatas pada level yang diteliti. Ditinjau dari pH larutan, menunjukkan bahwa homogenitas campuran cukup baik dan kurkumin cenderung masih stabil. Berdasarkan prediksi sifat fisik, maka kombinasi asam tartrat-asam fumarat dipilih sebagai sumber asam paling ideal yang dapat menghasilkan granul effervescent sifat fisik yang paling memenuhi syarat.

Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is one of natural plants spread throughout Indonesia that has been proven to cure some diseases, but rarely used because it’s product available in few. According that, this research has been done to produce effervescent granule with combination of acid (tartaric acid-citric acid, tartaric acid-fumaric acid) and sodium bicarbonate as excipient to produce effervescent granule with certain physical characteristics. The aims of this research were to observe dominant factor and the interaction effect between combination of acid (tartaric acid-citric acid, tartaric acid-fumaric acid) and sodium bicarbonate, to find out the optimal area of these excipients to produce effervescent granule which fulfill the requirements. The physical characteristics of effervescent granule evaluated were flow rate, moisture content and disintegration time. The research used factorial design method with two factors and two levels. The result showed that in granul I (combination of tartaric acid-citric acid), sodium bicarbonate was dominant in determining all physical characteristic of granule, and from super imposed, the optimum area was found. In granul II (combination of tartaric acid-fumaric acid), the interaction between acid and base was dominant in flow rate and disintegration time, whereas acid combination was dominant in moisture content of granule. Under research circumstances, super imposed show the optimum area for effervescent granule. From measurement of solution pH is a sign of good distribution of raw materials, and show that curcumin still stable within the granule. According to estimation of quality requirement, combination of tartaric acid-fumaric acid had been chosen as the most ideal acid source that produce effervescent granule which fulfill the requirements.

Kata Kunci : Granul Effervescent,Ekstrak Temulawak,Metode Desain Faktorial, javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), citric acid, tartaric acid, fumaric acid, sodium bicarbonate, effervescent granule, factorial design method


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.