Laporkan Masalah

Aktivitas antioksidan antosianin beras hitam dalam Low-Density Lipoprotein (LDL) plasma darah manusia secara in vitro

SWASTI, Yuliana Reni, Prof.Dr. Mary Astuti, MS

2007 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi Pangan

Beras hitam sudah lama dikonsumsi oleh orang Cina dan Jepang dan dianggap sebagai makanan yang baik untuk kesehatan karena mengandung komponen yang dapat berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat melawan reactive oxygen species (ROS). ROS dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti arteroslerosis karena terjadinya oksidasi Low Density Lipoprotein (LDL). Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap aktivitas antioksidan ekstrak beras hitam varietas Melik Jawa dalam penghambatan oksidasi LDL. Dalam penelitian ini, beras hitam setengah sosoh dan pecah kulit disortasi terlebih dahulu, kemudian dikecilkan ukurannya menggunakan gerinda beras lalu diayak menjadi bubuk 30 mesh. Selanjutnya, ditentukan kandungan lemak dan dilanjutkan pengurangan lemak dengan heksan. Beras hitam yang telah mengalami deffated, diekstraksi menggunakan pelarut metanol-HCl 1% dengan rasio 1:10 selama 24 jam dalam ruang gelap pada suhu 40C. Penentuan kandungan fenolik ekstrak dengan metode Folin-Ciocalteu dan kandungan antosianin dengan metode perbedaan pH. Kandungan fenolik beras hitam setengah sosoh (SSH) dan pecah kulit (PK) berturut-turut sebesar 535 + 10 mg GAE/ 100g (db) dan 556 + 10 mg GAE/100g (db) dan mempunyai kandungan antosianin 149 + 11 mg/100g (db) dan 152 + 16 mg/100g (db). Kemampuan penangkapan radikal DPPH oleh ekstrak beras hitam PK, SSH dan rutin pada konsentrasi 100ppm sebesar 80,16; 77,25 dan 57,89% secara berturut-turut. Kemampuan pengahambatan oksidasi LDL oleh rutin, ekstrak beras hitam PK dan ekstrak beras hitam SSH pada konsentrasi 60ppm adalah 45,26; 48,68 dan 48,1 %. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa ekstrak beras hitam dalam metanol-HCl 1% mempunyai kandungan fenolik dan antosianin dalam jumlah cukup tinggi dan mempunyai aktivitas antioksidan sama tinggi dengan rutin.

Black Rice has long been consumed in Japan and China and is considered to be a healthy food because of its antioxidant content that able to prevent oxidative stress. Oxidative modification of low-density lipoprotein (LDL) may play an important role in the development of atherosclerosis. The aim of this research is to examine antioxidant activity of black rice extract variety Melik Java to inhibit LDL oxidation Hulled black rice (HB) and partially milled black rice (PMB) were sorted and powdered to pass 30 mesh sieve. Fat content was removed by percolation with hexane. Phenolic and anthocyanins in defatted black rice were extracted using methanol-HCl 1% (10:1) for 24 hour in dark room at 40C. Determination of phenolic content was carried out by Folin-Ciocalteu was method and anthocyanins content by pH differential method. The antioxidant activity evaluated by radical DPPH methods and by inhibition oxidation human LDL plasma. Rutin was used as a reference antioxidant. The results shows that phenolic content in HB and PMB extracts were 556 + 10 mg GAE/100g (db) and 535 + 10 mg GAE/ 100g (db) respectively and anthocyanins content were 152 + 16 mg/100g (db)m and 149 + 11 mg/100g (db) respectively. The radical DPPH scavenging activity of 100 ppm HB, 100 ppm PMB and 100 ppm rutin were 80,16%, 77,25% and 57,89% respectively. Inhibition LDL oxidation of 100 ppm PMB, 50 ppm PMB and 100 ppm rutin were 75,97%, 62,55% and 62,01% respectively. The results above shows that methanol-HCl 1%-black rice extract has more potential antioxidant activity when compared with rutin.

Kata Kunci : Berah Hitam,Kandungan Fenolik,Antioksidan LDL, black rice, phenolic, anthocyanins, antioxidant, LDL


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.