Kajian penggunaan Trichoderma Endofit dan Mikoriza terhadap kesehatan bibit Vanili asal kultur jaringan
KUSHARYANTO, Prof.Dr.Ir. Bambang Hadisutrisno, DAA
2007 | Tesis | S2 FitopatologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma endofit dan Mikoriza (Glomus manihotis) terhadap kesehatan dan pertumbuhan bibit vanili hasil kultur jaringan yang dilakukan di Kebun Uji Condong Catur Yogyakarta sejak bulan September 2006 sampai Maret 2007. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan dengan masing-masing 5 tanaman uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang positif terhadap proteksi penyakit pada bibit. Penggunaan Trichoderma endofit baik secara tunggal (T1 dan T2) maupun kombinasinya (T1T2, T1M dan T2M) mampu menekan intensitas penyakit daun layu dan busuk pangkal batang. Intensitas penyakit maksimum pada perlakuan T1; T2; T1T2; T1M dan T2M untuk penyakit daun layu masing-masing adalah 20%; 15%; 10%; 15% dan 10% dan untuk penyakit busuk pangkal batang masing-masing adalah 25%; 10%; 5%; 15% dan 10%, kesemuanya dapat diturunkan sampai 0% pada akhir percobaan. Penggunaan Mikoriza secara tunggal (M) mampu menurunkan intensitas penyakit busuk pangkal batang dari 20% menjadi 5% pada akhir percobaan. Perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap percepatan peningkatan pertumbuhan dengan indikator tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar batang dan bobot kering biomas.
A research aiming at the effect of endophytic Trichoderma and mycorrhiza (Glomus manihotis) inoculation on the health and growth of tissue culture vanilla seedlings was conducted in trial field of Condong Catur Yogyakarta, from September 2006 to March 2007. A complete randomized design was used, arranged by 7 treatments, 4 replications and use 5 seedlings for each treatment. The results indicated that there were a positive effect of treatments on decreasing of seedling diseases intencity. Inoculation of the individual endophytic Trichoderma (T1 and T2) or the combination of these with mycorrhiza (T1T2, T1M, and T2M) were capable of decreasing the intencity of wilt disease and basal stem rot disease. The maximum of wilt disease intencity were 20%; 15%; 10%; 15%; and 10% and 25%; 10%; 5%; 15%; and 10% for basal stem rot disease on the treatment of T1; T2; T1T2; T1M and T2M respectively. Those were decreased to be 0% in the end of the experiment. Inoculation of the individual mycorrhiza (Glomus manihotis) (M) was capable decreasing the intencity of basal stem rot disease from 20% to 5% in the end of the experiment. There was no significant effect of treatments on the seedling growth.
Kata Kunci : Penyakit Tanaman,Trichoderma Endofit,Pertumbuhan Bibit Vanili, Vanilla planifolia Andrews, Trichoderma endophyte, mycorrhiza, and deseases intencity.