Laporkan Masalah

Good Corporate Governance :: Analisis pengaruh struktur kepemilikan dan struktur dewan terhadap nilai perusahaan (Firm Value)

WIRASTRI, Sri Laksmi Indira, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Isu mengenai Corporate Governance muncul karena terjadiny pemisahan anatara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan yang disebut dengan masalah agensi. (Barle dan Means, 1934). Masalah agensi yang muncul pada perusahaan Indonesia yang terdaftar dalam Bursa efek Jakarta adalah adanya divergence interest diantara majority dan minority shareholders. Hal tersebut dikarenakan perusahaan di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda, dimana dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi, kepemilikan didom majority shareholders. Dalam Good Corporate Governance framework, struktur kepemilikan dan struktur dewan merupakan dua hal utama dari fungsi monitoring dan supervising yang terdapat dalam konsep Good Corporate Governance. Penelitian ini melakukan pengujia adap pengaruh struktur kepemilikan dan srtuktur dewan terhadap nilai perusahaan (firm value). Penelitian ini menguji pengaruh dari kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisaris, dewan komisaris independen, serta kom e audit terhadap nilai perusahaan yang diproxy dengan Tobin’s Q. Penelitian ini dilakukan terhadap 90 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode 2001-2005. Penelitian ini mendapatkan bukti mengenai pengaruh kepemilikan institusional dan dewan komisaris terhadap nilai perusahaan (Tobin’s Q). Kepemilikan manajerial, dewan komisaris, serta komite audit tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Corporate Governance issues arise because of separation between ownership and control (Barle and Means, 1934), then this issue can be seen as agency problem. The agency problem happened in Jakarta Stock Exchange is the divergence of interest between minority and majority shareholders. This is because companies listed in Jakarta Stock Exchange are characterized, among other things, by the domination of large (majority) shareholders. In Good Corporate Governance framework, ownership structure and board structure are the main focus of Good Corporate Governance mechanism to optimize monitoring and supervising functions. This paper examines the effect of ownership and board structure on firm value. We examine the effect between manag f commissioners, independent board of commissioners, and audit committee on firm value (Tobin’s Q) using data for 90 Indonesian listed manufacturing companies from 2001-2005. We provide evidence that institutional ownership and independent board of commisioners affect firm value. We also find that managerial ownership, board of commissioners and audit committee do not influence firm value (Tobin’s Q).

Kata Kunci : Good Corporate Governance, Struktur Kepemilikan, Nilai Perusahaan, Good Corporate Governance, Ownership Structure, Board Structure, Firm Value, Tobin’s Q, Institutional Ownership, Managerial Ownership, Board of Commissioners, Independent Board of Commis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.