Analisis faktor-faktor yang berpengaruh pada penggunaan informasi analitis dan politis dalam penyusunan anggaran :: Studi empiris pada Pemerintah Daerah di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
WIDIASTUTI, Budiasih, Dr. Indra Bastian, MBA
2007 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan informasi politis dan analitis didasarkan pada karakteristik individu dan institusional, serta pengaruh keterbatasan sistem informasi dan pelatihan terhadap penggunaan informasi analitis dalam keputusan anggaran. Penelitian dilakukan dengan metode survei pada instansi pemerintah daerah Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 233 jawaban responden dianalisis. Perbedaan penggunaan informasi politis dan analitis yang didasarkan pada karakteristik individu dan institusional diuji dengan Mann Whitney U dan Kruskall Wallis chi-square, sedangkan pengaruh keterbatasan informasi dan pelatihan terhadap penggunaan informasi analitis diuji dengan regresi berganda. Hasil empiris menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan informasi politis dalam penyusunan anggaran didasarkan pada faktor individual berupa orientasi anggaran individu dan tingkat obyektivisme-empati. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya perbedaan penggunaan informasi politis didasarkan pada faktor individual berupa senioritas, serta faktor institusional berupa kekuatan kepala daerah dalam proses penganggaran dan lokasi kantor. Hasil empiris juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan informasi analitis dalam penyusunan anggaran didasarkan pada faktor insitusional berupa orientasi anggaran institusi. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya perbedaan penggunaan informasi analitis didasarkan pada faktor individu berupa tingkat obyektivisme-empati. Hasil penelitian ini juga tidak dapat menunjukkan pengaruh keterbatasan sistem informasi dan pelatihan terhadap penggunaan informasi analitis.
The study’s objective is to examine (1) the different utilization of political and analytical information based on the individual and institutional factors, and (2) the impact of information system limitation and training on the usage of analytical information in budgetary decision making. Survey was conducted using questionnaire in government institutions within Bantul and Sleman District, Yogyakarta Municipality, and Daerah Istimewa Yogyakarta Province, and 233 respondents were participated. The different usage of political and analytical information based on individual and institutional factors was tested using Mann Whitney U and Kruskall Wallis chisquare, while the impact of information system limitation and training on the usage of analytical information was tested using the regression. Empirical results show that there are differences in utilizing political cues based on individual budget orientation and objectivism-empathy as individual factors. No political cues usage differences based on seniority as individual factor and perceived head of local government influence and office location as institutional factors. Results also show that there is a difference in utilizing analytical information based on institutional budget orientation as institutional factor. No analytical information usage difference based on objectivism-empathy as individual factor. The information system limitation and training do not impact the utilization of analytical information.
Kata Kunci : Anggaran Daerah,Informasi Analitis dan Politis, budgetary decision making, political and analytical information, budget orientation, objectivism, empathy, seniority, perceived head of local government influence, office location, information system limitat