Laporkan Masalah

Pengaruh desentralisasi fiskal terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Publik Kabupaten/Kota di Pulau Jawa

PURWANTORO, Agus, Drs. Rusdi Akbar, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Pelaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia dilakukan sebagai satu langkah dalam memberikan otonomi yang lebih luas kepada pemerintah daerah. Penerapan desentralisasi dalam bentuk perimbangan keuangan ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian daerah terutama dalam bidang pengeluaran dan penerimaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh komponen-komponen desentralisasi fiskal terhadap pendapatan asli daerah dan belanja publik. Komponen desentralisasi fiskal yang digunakan meliputi dana perimbangan, pinjaman daerah dan pendapatan lain-lain yang sah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa realisasi APBD, pendapatan asli daerah, belanja pembangunan, dana perimbangan, pinjaman daerah dan pendapatan lain-lain yang sah dari kabupaten/kota yang ada di pulau Jawa. Pertimbangannya adalah karena kabupaten/kota yang ada di pulau Jawa memiliki sumber daya alam yang terbatas jika dibandingkan dengan daerah di luar pulau Jawa. Keterbatasan ini memaksa kabupaten/kota di pulau Jawa untuk menggali sumber pendapatan asli daerahnya yang akan digunakan untuk membiayai belanja rutin dan pembangunan agar pelayanan publik tetap dapat dilakukan secara optimal. Sebagai hasilnya penelitian ini berhasil mendukung adanya pengaruh positif pelaksanaan desentralisasi fiskal terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan peningkatan belanja publik.

Fiscal decentralization in Indonesia is implemented as a step ahead to give a greater autonomy to regional government. This step is expected to realize regional independency particularly in revenue and expenditure policies. This research is aimed to detect the effects of fiscal decentralization’s elements on original revenues and public expenditures.The elements of fiscal decentralization used in the research cover counter balance fund, regional lending and other legal revenues. This research uses secondary data: APBD realization, original income, public expenditures, counter balance fund, regional lending and other legal revenues from municipalities and cities in Java. The consideration is because municipalities and cities in Java have limited natural resources than others outside from Java. This limitation has forced the local government to generate more harder the resource of original revenues needed to finance the expenditures of local government as to as maintain public services optimally. This research proved significant positive influence of fiscal decentralization in increasing original revenues and public expenditures.

Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal,PAD,Belanja Publik, fiscal decentralization, original revenues, public expenditures


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.