Laporkan Masalah

Pengukuran kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard pada Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada

MARADINA, Julian, Arief Surya Irawan, SE.,M.Com

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Berkenaan dengan persaingan universitas di Indonesia, sebuah penelitian tentang pengukuran dan pengendalian kualitas dari perspektif strategi akan menjadi subyek yang sangat menarik untuk dibahas. Tekanan ekonomi yang kuat, keadaan politik yang tidak stabil, dan juga globalisasi serta kompetisi yang tidak sehat telah merubah lingkungan bisnis yang ada. Sebagai hasilnya, pengukuran kinerja digunakan untuk menuntun keputusan manager dan untuk mengevaluasi kinerja dari para manajer untuk unit-unit yang ada. Pengukuran ini digunakan sebagai panduan dan insentif untuk memfasilitasi koordinasi diantara manajer dan tujuan unit bisnis dengan keseluruhan tujuan organisasi. Tanpa adanya sistem pengukuran kinerja perusahaan, kemungkinan besar akan menimbulkankeputusan yang salah. Salah satu alat yang menyediakan pengukuran kinerja yang komprehensif, koheren dan seimbang adalah Balance Scorecard. Balanced Scorecard merupakan sistem pengukuran kinerja yang komprehensif, seimbang, koheren dan terukur yang mencakup empat perspektif, yaitu: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced Scorecard digunakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pengukuran kinerja tradisional yang sudah tidak memadai untuk menilai kinerja manajemen. Balanced Scorecard menyediakan mekanisme untuk menyelaraskan strategi ke tindakan nyata. Balanced Scorecard beroperasi berdasarkan asumsi bahwa pengukuran keuangan saja tidaklah cukup untuk mengoperasikan perusahaan dan perhatian khusus harus ditempatkan pada pengembangan pengukuran selain keuangan. Balanced Scorecard menggunakan berbagai macam pengukuran, yaitu meliputi hasil akhir dan faktor penggerak, keuangan dan non keuagan, serta pe ngukuran internal dan eksternal. Penelitian ini merupakan studi kasus pada Magister Akuntansi (MAKSI) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah MAKSI telah mengelola kinerja manajemen secara komprehensif, koheren, seimbang, dan terukur, sehingga pengelolaan kinerja manajemen sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran strategik, serta dapat menghasilkan kinerja keuangan yang berlipat ganda dan berjangka panjang. Magister Akuntansi (MAKSI) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai universitas negeri di Indonesia, juga harus memformulasikan dan menerapkan strategi yang sesuai dengan keadaan bisnis yang tidak menentu. Untuk menghindari terjebak hanya pada pengukuran keuangan saja, Magister Akuntansi (MAKSI) UGM harus juga mengimplementasikan Balanced Scorecard. Balanced Scorecard yang didesaian untuk Magister Akuntansi (MAKSI) UGM terdiri dari tujuan-tujuan strategik, ukuran- ukuran hasil, ukuran-ukuran pemacu kinerja dan target-target sebagai tonggak untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian tujuantujuan strategik yang telah tercapai.

Concerning the competition of universities in Indonesia, a research about the measurement and quality control from strategic perspectives will pose an interesting subject to be explored. The high-pressure of the economic condition, the unstable political environment, the globalization era as well as the unfair competition has changed the business environment. As a result, performance measures are use to guide the managers’ decision and to evaluate the performance of managers and their units. This measurement is used as guidelines and incentives to facilitate the coordination among managers and business unit goals with those of the overall corporate goals. Without the performance measurement system, companies will probably move to wrong decision. One of the tools that can provide comprehensive, coherent and balanced performance measures is Balance Scorecard. The Balanced Scorecard is a performance measurement system that has characteristic comprehensives, balance, coherent, and measurable, and consist of four perspective: financial, customer, internal business process, learning and growth. It is used to surmount some limitation of traditional measurement system that insufficient to evaluate management performances. The Balanced Scorecard provides a mechanism for linking strategies to actions. It operates under the assumption that financial measures alone are insufficient to operate an organization and that a special attention must be placed on developing sophisticated nonfinancial measures. The Balanced Scorecard uses a variety of different types of measures. These measures include outcome and driver measures, financial as non- financial measures, and internal and external measures. This research is a case study in Magister Accounting of Gadjah Mada Universities. The main problem in this research is whether the company has been managed performances comprehensively, balanc ed, coherent, and measurably so that performance management matches with company’s vision, mission, and strategic objective and company can achieve sustainable outstanding financial performance. Magister Accounting of Gadjah Mada Universities as one of the public universities in Indonesia, must also formulate and implement strategies that will fit with the high turbulent business environment. To avoid a pitfall of financial performance, Magister Accounting of Gadjah Mada Universities have to implement Balance Scorecard. The Balance Scorecard designed for Magister Accounting of Gadjah Mada Universities consists of strategic objectives derived from company vision, mission outcome measures and performance driver measures and targets as milestones to know achievement of strategic objectives of the company.

Kata Kunci : Sistem Pengukuran Kinerja,Balanced Scorecard, Performance Measurement System, Financial, Customer, Internal Business Process, and Learning and Growth


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.