Laporkan Masalah

Hubungan manajemen laba sebelum IPO dan return saham dengan kecerdasan investor sebagai variabel pemoderasi

JONI, Prof.Dr. Jogiyanto HM., MBA

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi manajemen laba di sekitar IPO (Initial Public Offerings) dan menguji hubungan antara manajemen laba sebelum IPO dengan return saham dengan mempertimbangkan pengaruh kecerdasan investor sebagai variabel pemoderasi. Peneliti menggunakan kepemilikan institusi sebagai proksi kecerdasan investor. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di BEJ dan melakukan IPO mulai 1990 sampai 2002. Jumlah perusahaan yang dijadikan sebagai sampel sesuai dengan kriteria adalah 75 perusahaan untuk kepemilikan institusi ≥ 40% dan 63 perusahaan untuk kepemilikan institusi ≥ 60%. Peneliti menggunakan pendekatan Instrumental Variable yang dikembangkan Kang dan Sivaramakrishnan (1995) untuk mendeteksi manajemen laba Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan melakukan praktik manajemen laba di sekitar IPO (dua tahun sebelum dan lima tahun setelah IPO). Perusahaan melakukan mean reversing perioda dua tahun sebelum IPO untuk menaikkan nilai laba perioda satu tahun sebelum IPO. Praktik manajemen laba ini berhubungan negatif dengan return saham ketika mempertimbangkan kecerdasan investor sebagai variabel pemoderasi. Hal ini menunjukkan bahwa praktik manajemen laba yang tinggi menyebabkan harga saham rendah ketika mempertimbangkan faktor kecerdasan investor. Hasil ini konsisten dengan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Balsam et al. (2002).

The major purpose of this study is to investigate association between earnings management before IPO and stock returns with investors sophistication as moderating variable. Institutional ownership is used to proxy investors sophistication. The JSX (Jakarta Stock Exchange) listed companies and issuers of IPO for 1990 to 2002 period is used as sample. The companies which institutional ownership ≥ 40% consists of 75 IPOs and the institutional ownership ≥ 60% consists of 63 IPOs. Earnings management was detected with Instrumental Variable Approach (Kang and Sivaramakrishnan, 1995). This study provides evidence that issuers report unusually high earnings management around IPO (two years before and five years after IPO). Issuers used mean reversing strategy in two years before IPO period (income decreasing) for preparing earnings management in next period (income increasing). Furthermore, this study document a negative association between earnings management and stock returns with investors sophistication as moderating variable. One interpretation of this finding is that high earnings management has substantial stock return consequences when investors sophistication factor was considered. This finding consistent with prior research developed by Balsam et al., 2002.

Kata Kunci : Manajemen Laba,IPO,Return Saham, IPO, Earnings Management, Instrumental Variable Approach, Stock Returns, Investors Sophistication


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.