Laporkan Masalah

Analisis Free Cash Flow Agency Cost, laba yang akan datang dan manajemen laba

ANDAYANI, Reni Nurika, Prof.Dr. Mas'ud Machfoedz, MBA

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Perusahaan dengan aliran kas bebas tinggi dan pertumbuhan rendah akan memiliki masalah keagenan yang serius yang dalam penelitian ini akan disebut masalah FCF agency cost. Perusahaan dengan masalah FCF agency cost akan nenggunakan dana kas sisa untuk investasi pada proyek yang tidak menghasilkan laba atau bahkan pada proyek yang ber-NPV negatif. Tindakan investasi yang tidak menguntungkan perusahaan tersebut akan berakibat pada rendahnya laba jangka panjang. Manajer yang tahu akan kemungkinan rendahnya laba yang akan datang tersebut disebabkan oleh tindakannya pada investasi yang tidak menguntungkan akan melakukan decreasing discretionary accruals. Harapan yang diinginkan manajer dengan tindakan tersebut adalah terlihat adanya perataan laba. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang menyediakan data berturut-turut dari tahun 2001 – 2004. Teori keagenan dilandasi oleh teori Jensen and Meckkling (1976). Sedangkan teori yang melandasi aliran kas bebas positif adalah teori aliran kas bebas dari Jensen (1986). Hasil pengujian membuktikan bahwa perusahaan manufaktur di Indonesia yang memiliki masalah FCF agency cost akan melakukan investasi pada proyek ber-NPV negatif yang mengakibatkan rendahnya laba yang akan datang. Terbukti pula bahwa perusahaan manufaktur di Indonesia yang memiliki masalah FCF agency cost melakukan decreasing discretionary accruals.

Firms with low growth opportunities and high free cash flow have substantial free cash flow agency problems. The study examines whether firms with low growth opportunities and high free cash flow are invested in sup-optimal project and will be associated with poor future profitability. .In order to camouflage the poor investment made by firms with free cash flow agency problems, manager may resort to discretionary accruals to manipulate current and future reported earnings. The sample is drawn from manufacturer company listed in Jakarta Stock Exchange that providing annual financial reporting from 2001 through 2004.This sample is firms with low growth opportunities and high free cash flow. We find that low growth, high free cash flow firms are associated with low future profitability as measured by tobin’s Q ratio. We also find that managers use income-decreasing accruals when a firm has high free cash flow agency cost. This earnings management is motivated by managers desire to shift profit to future years when the full impact of the sup-optimum investments hits earnings.

Kata Kunci : Manajemen Laba,Free Cash Flow Agency Cost, free cash flow, profitability, earnings management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.