Proses fisiologis, pertumbuhan dan hasil padi sawah dengan genangan dalam parit
AFRIANI, Riefna, Prof.Dr.Ir. A.T. Soejono
2007 | Tesis | S2 Agronomialiran perlahan di dalam parit di antara bedengan. Pada percobaan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, dibanding dengan cara pengairan padi sawah genangan dalam parit dapat menghemat penggunaan air sampai 50 %. Dalam percobaan terdahulu di pot dengan teknologi genangan dalam parit juga didapatkan peningkatan hasil pada padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genangan dalam parit dengan kombinasi jeluk muka air dan lebar bedengan terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DIY dari bulan Juli sampai November 2006. Penelitian dilakukan dengan percobaan lapangan menggunakan rancangan Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan 3 ulangan dengan perlakuan faktorial 4x4. Faktor pertama adalah jeluk muka air yang terdiri dari tiga aras yaitu, jeluk 5 cm, 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Faktor kedua adalah lebar bedengan yang terdiri dari lebar 1 m, 2 m, 4 m dan 6 m. Sebagai kontrol adalah perlakuan padi sawah yang biasa dilakukan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan dalam parit mengakibatkan lengas tanah berada di sekitar kapasitas lapangan, tidak ada interaksi antara perlakuan lebar bedengan dan jeluk muka air, semakin lebar bedengan sampai 6 m dan juga semakin dalam jeluk muka air sampai 30 cm menghasilkan kadar lengas yang semakin rendah. Genangan dalam parit juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi, Jeluk 20 cm dan lebar bedengan 4 secara terpisah memberikan hasil padi yang paling tinggi. Tingkat pertumbuhan dan hasil padi yang tinggi ditemukan pada jeluk muka air 20 cm dan lebar bedengan 4 m. Perlakuan genangan dalam parit meningkatkan hasil padi berkisar antara 5,88% sampai 55,88 %.
Saturated soil culture, a certain method of irrigation by giving the flooded area with a slow release water inside the furrow between the seedbed. In the experiment done by the prior researcher, the comparison between usual way of irrigation and saturated soil culture was the saturated soil cultured reduce 50% of the use of the water. In the other experiment in the pot with the saturated soil culture also can increase the yield of the rice. The experiment was conducted to study the effect of saturated soil culture with combination between depth of water surfaces and wide of beds to plant growth and yield of rice. The experiment was conducted in Sidomulyo village, Godean Subdistrict, Sleman District, Yogyakarta Special Terrytory from July up to November 2006. The research was done with field experiment that arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications and factorial treatments 4x4. The first factor was depth of water surfaces that consists of 4 levels: 5 cm, 10 cm, 20 cm dan 30 cm. The second factor was wide of bed: 1 m, 2 m, 4 m dan 6 m. As control was paddy field that farmers usually planted. The result of this research showed that under saturated soil culture, soil moisture supplied at optimum condition around field capacity, there were no interaction able to find on all parameters observed, the wider of wide bed until 6 m and the deeper of depth of water surface until 30 cm resulted low soil moisture. Saturated soil culture was able to increase plant growth and yield of rice. The 20 cm depth of water surface and 4 m wide of beds resulted the higest yield of rice.The higest growth and yield of rice were found at the 20 cm depth of water and 4 m wide of bed. The saturated soil culture increased the yield of rice 5,88% to 55,88%.
Kata Kunci : Tanaman Padi,Genangan Dalam Parit,Pertumbuhan dan Hasil, rice, physiological processes, growth and yield, saturated soil culture