Budaya organisasi Dinas Perizinan Kota Yogyakarta
PUJIASTUTI, Anik, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si
2007 | Tesis | S2 Administrasi NegaraBudaya Organisasi merupakan salah satu aspek perilaku organisasi yang berdampak pada pengembangan organisasi dan kinerja. Budaya organisasi adalah nilai-nilai yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan serta diperankan atau diaktualisasikan dalam pelaksanaan kerja sehari-hari anggota organisasi. Budaya organisasi memiliki dua level, yaitu budaya yang dapat diamati atau budaya yang kasat mata (observable) dan budaya yang tidak dapat diamati (unobservable). Budaya yang dapat diamati di Dinas Perizinan meliputi perilaku pegawai, penerapan prosedur pelayanan, penerapan waktu pelayanan, sikap pegawai dalam memberikan pelayanan, simbol (gedung, fasilitas, pelayanan, seragam), kebiasaan Dinas Perizinan dalam menghadapi masalah, penggunaan e-gov dalam memberikan pelayanan, apel pagi, serta perhatian pegawai terhadap presensi. Sedangkan budaya yang tidak dapat diamati di Dinas Perizinan meliputi nilai-nilai dan asumsi dasar dalam budaya organisasi. Nilai-nilai dalam budaya organisasi adalah nilai-nilai yang diharapkan oleh organisasi (espoused value) mendasari perilaku pegawai dan nilai yang sebenarnya diperankan atau ditunjukkan oleh anggota organisasi (enacted value) dalam perilakunya. Nilai yang diharapkan oleh Dinas Perizinan adalah nilai komitmen, kerjasama, empati, disiplin dan tanggung jawab. Nilai yang diaktualisasikan oleh pegawai Dinas Perizinan dalam perilaku kerja sehari-hari tidak selalu sesuai dengan diharapkan oleh organisasi. Namun demikian seluruh pegawai Dinas Perizinan selalu komitmen terhadap pelayanan yang pasti dan akuntabel, memberikan pelayanan ya ng memuaskan pengguna layanan dan memberikan pelayaanan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Sehingga nilai tersebut merupakan nilai yang menonjol (dominant value) dalam budaya organisasi Dinas Perizinan. Budaya normativ dan budaya adaptif merupakan ciri dari budaya organisasi Dinas Perizinan. Dengan budaya tersebut, pelayanan perizinan selalu didasarkan pada aturan, sistem dan prosedur yang berlaku, dan selalu berorientasi pada pelayanan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Kondisi budaya organisasi yang terdapat di Dinas Perizinan dapat mendukung kinerja yang dicapai. Budaya Dinas Perizinan tercermin dalam unsur pelayanan. Dari penilaian terhadap unsur tersebut, menunjukan kinerja Dinas Perizinan termasuk dalam kategori baik. Dengan budaya yang berkembang dalam organisasinya, Dinas Perizinan dapat mencapai retribusi yang melebihi target.
Organizational culture represents one of the behavioral aspects of organization affecting at development of organization and performance. Organizational culture is values embraced by organization, accepted, to be supported, to be played and base on execution of everyday activity of organizational member. Organizational culture have two level, that is culture that able to perceive or culture which in visible (observable) and culture which cannot perceive (unobservable). Culture that able to perceive in Duty on Permit include behavior of officer, applying of service procedure, applying of service time, officer attitude in giving service, symbol (building, facility, service, uniform), habit of Duty on Permit to meet of problem, usage of e-gov in giving service, morning roll-call, and also attention of officer to presence. While cultures which do not perceive d in duty on Permit include values and elementary asumption in organizational culture. The values in organizational culture is values that expected by organization (espoused value) that expressed by explicitly and va lue which is in fact played or shown by the part of organizational member (enacted value) in its behavior. Value that expected by organization is value of commitment, cooperation, empathy, responsibility and dicipline. Value that actualized by officer of Duty on Permit in everyday job behavior do not always according to value that expected by organization. But that way all officer of Duty on Permit always cmmit toward commitment of Duty on Permit about definitive service and accountable, giving satisfying service to consumer of service, and give better service at next period. So the value represents uppermost value (dominant value) in organizational culture of Duty on Permit. Normative culture and adaptive culture represent as characteristic of organizational culture of Duty on Permit. With this culture, service of permit is always relied on order, procedure and system going into effect and always have a orientation on better service at next period. Condition of organizational culture in Duty on Permit, can support the performance that reached. Culture of Duty on Permit, reflected in element service. From assesment to this element, show that performance of Duty on Permit included in good category. With culture expanding in its organization, Duty on Permit can reach retribution exceending goals
Kata Kunci : Budaya Organisasi,Layanan Publik, culture of organization, service of public, performance