Laporkan Masalah

Peran BPD dalam pengambilan keputusan desa :: Studi kasus di Kelurahan Sumberarum Kecamatan Moyudan Sleman

KAHA, Hendrikus Likusina, Dr. Agus Pramusinto, MDA

2007 | Tesis | S2 Administrasi Negara

Kehadiran UU No 22 tahun 1999 membuat demokrasi desa mengalami lompatan yang luar biasa. Masyarakat desa jauh lebih kritis menuntut kinerja kepala desa lebih akuntabel dan transparan dalam mengelola kebijakan dan keuangan desa. Keberadaan Badan Perwakilan Desa ( BPD ) menjadi aktor baru pendorong demokrasi desa, yang mengurangi dominasi penguasa tunggal kepala desa. Masyarakat berharap bahwa kehadiran BPD menjadi dorongan baru bagi demokrasi desa, yakni sebagai artikulator aspirasi dan partisipasi bagi masyarakat, pembuat kebijakan secara partisipatif dan alat kontrol yang efektif terhadap pemerintah desa. Untuk mencapai tujuan ini tahap awal yang harus dibangun adalah mendorong pertumbuhan dan meningkatkan demokrasi desa kearah yang lebih baik. Proses Perekrutan dan pemilihan anggota BPD secara demokratis akan membawa dampak yang sangat baik terhadap kinerja BPD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Tulisan ini akan membahas peran BPD desa Sumberarum dalam pengambilan Keputusan desa. Tulisan ini akan membahas peran BPD dalam pengambilan keputusan desa dalam kerangka dinamika demorasi desa. Proses rekrutmen anggota BPD desa dan hubungan antara BPD dengan masyarakat sebagai cermin dari peran BPD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana melalui metode ini penulis berusaha memahami dan mendeskripsikan secara tepat dan mendalam tentang peran BPD Sumberarum dalam pengambilan keputusan desa dalam kerangka dinamika demokratisasi desa. Unit analisis dari penelitian ini adalah BPD desa Sumberarum. Yang menjadi obyek penelitian adalah BPD desa sebagai organisasi desa dan subyek penelitian adalah anggota BPD dan masyarakat Sumberarum.Dalam menentukan responden penulis menggunakan metode proposive sampling dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi.Sedangkan teknik pemeriksaan data keabsaan data dengan menggunakan cara ketekunan pengamatan, tringulasi dan uraian secara rinci. Lewat pengkajian permasalahan yang diajukan itu dengan menggunakan teori dan metode penganalisahan data yang secara kualitatif maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum peran BPD Sumberarum dalam membuat peraturan desa dan sebagai lembaga legislatif yang memegang fungsi kontrol dan legislasi dalam rangka pengambilan keputusan desa cukup baik dan belum optomal. Belum optimalnya peran BPD ini sebagai akibat dari proses rekrutmen anggota BPD yang kurang demokratis. Sistem keterwakilan dalam pemilihan anggota BPD membuat anggota BPD yang terpilih kesulitan dalam menjaring aspirasi masyarakat. Banyak masyarakat merasa belum terwakili atas pemilihan anggota BPD desa Sumberarum.

The attendance of UU number 22 year 1999, made the rural democration, experience the unbelievable jump. The people village is more iritaly, inside of demanding more accountable and transparently from the village headman’s work in the policy and monetary management. The existence of rural representative body(BPD) could be a new actor which can urge the rural democration and could decreased village headman’s dictatority. The people expect, that the existence of BPD could be new pushment for rural democration, that is could be aspiration articulator and aspiration for the people, participatively policy maker and the effective control device toward rural government. To reach this objective, the first step that must be builded is to urge the growth and increasing the rural democration to the better direction. The democratically recruitment and election process, could bring very well impact toward BPD’s work inside of implementing it task and function. This written will discussing about Sumberarum village BPD’s role in the rural decision making. This written will discussing about Sumberarum village BPD’s role in the rural decision making in the rural dynamics democration framework. Both recruitment process of the rural BPD’s member and and the connection between BPD and the people is a BPD’s role reflection inside of implementing it task and function. In this research, writer used a descriptive cualitative method, where trough this method, writer is struggle to understanding and descripting correctly about Sumberarum BPD’s role in the rural decision making in rural dynamics democration framework. The analysis unit from this research is Sumberarum village’s BPD. Then the object of this research is village BPD as a rural organization, and the subject of this research are BPD’s member and the people of Sumberarum. Writter is use the sampling proposive method when it choose the respondent, where the chossed sample that based on a certain consideration which appropriate with the research’s purpose. The data collection technic are use interview, documentation, and observation. Whereas the data validity correction technic is use diligently observation, tringulation, and in detail description. Trough the problem’s recitation that using both qualitative teory and data analyzing method, concluding that the generally of the BPD’s role in the making of the rural’s rule and as a legislative institution that holding the control function and legislation in the rural decision making is good enough and it is not optimal. The BPD’s role is not optimal caused by the less of democracy in the BPD’s member recruitments. The representative system of BPD’s member election, made the elected BPD’s member are difficult to catch the people aspiration. There are a lot of people feeling if they are not represented in the Sumberarum village BPD’s member election.

Kata Kunci : Badan Perwakilan Desa, Pengambilan Keputusan, Demokrasi Desa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.