Pengaruh latihan pasrah diri terhadap perubahan nilai Indeks Massa ubuh (IMT) pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan gejala depresi
SULISTIYANTO, R.T. Edhi, Prof.dr. H.A. Husain Asdie, SpPD-KEMD
2007 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit DalamLatar Belakang: Data penelitian terkontrol menunjukkan gejala depresi lebih sering pada penderita diabetes dibandingkan populasi umum. Komordibitas DM tipe 2 dengan gangguan psikiatrik mempunyai hubungan timbal balik yang saling memberatkan dan menghalangi keberhasilan dalam penanganan penderita. Sebagian besar pasien diabetes tipe 2 (80-90%) kelebihan berat badan, dan tujuan utama terapi adalah penurunan berat badan. Berat badan ideal tidak perlu dicapai, penurunan berat badan sebesar 5-7 kg akan menghasilkan perbaikan dramatis dalam profil glukosa darah. Pengaruh dari depresi ditandai gejala mayor perasaan depresi, merasa bersalah, berat badan lebih atau kurang, insomnia/hiperinsomnia, dan perasaan ingin bunuh diri. Penanganan diabetes melitus dengan gejala depresi belum optimal. Latihan pasrah diri (LPD), merupakan metode gabungan relaksasi jiwa dan raga dengan fokus pada pernafasan dan zikir sehingga tercapai kondisi relaksasi secara fisiologis. Dan respon relaksasi menurunkan respons sters pada pasien diabetes yang mengalami depresi, yang pada gilirannya akan mampu mengontrol keadaan diabetes itu sendiri. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah ada pengaruh LPD terhadap kontrol Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penderita DM tipe 2 dengan gejala depresi. Metode Dan Rancangan Penelitian: Pasien DM tipe 2 yang tidak terkontrol dengan obat selama 3 bulan dan mempunyai riwayat depresi yang berobat jalan di Poliklinik Endokrin RS Dr Sardjito, dilakukan randomisasi ke dalam kelompok perlakuan dengan LPD dan kelompok kontrol. LPD dilakukan selama 2 kali sehari selam 21 hari. Subyek penelitian (n=40) kemudian diikuti dan selama itu, sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan pengisian kuesioner BDI dan pengambilan kadar gula darah, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), dan menilai efek tambahan terapi LPD. Hasil: Analisis awal membandingkan karateristik data dasar pada kelompok perlakuan dan kontrol, menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna diantara variabel variabel tersebut, termasuk variabel skor BDI, kadar rerata IMT, dan GDP. Meningkatnya nilai IMT berhubungan dengan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan gejala depresi. Simpulan: Hasil penelitian LPD memperbaiki IMT yang merupakan bagian kontrol diabetes melitus tipe 2 dengan gejala depresi.
Background: Controled data studies reveals that symptoms of depression is more often seen in patiens with diabetes compared to the general population co morbidity of type 2 DM with psychiatric disturbances shows reversed correlation which added the severity and prevent the succesfulnes to treat the patiens. Most of type 2 Diabetes Melitus patients (80-90%) are over weight, and the main aim of therapy is weight loss. It is unnecessary to reach an ideal body weight, weight loss of 5-7 kg will show results in blood glucose level profile. Effect from depression is shown by major symptoms such as depression, guilt feeling, over weight or decrease in body weight, insomnia/hypersomnia and suicidal.Management of DM with depression is not yet optimal. Self acceptance therapy is a methode of combining soul relaxation and meditation focusing on breathing and dzikr (prayers) till relaxation condition is reach physiologically. With relaxation response, it decreases the stress response in DM patients which suffer from depression, which in turn will control the diabetes condition it self. Objective: This research is aimed to determine the relation ship of self acceptance therapy with controlled Body Mass Index (BMI) I type 2 DM patiens with symptoms of depression. Methode: Uncontrolled type 2 DM patient for 3 months with history of depression that had been treated as out patient in Endocrine Poliklinik Dr Sardjito Hospital, is randomized in to group of self acceptance therapy and control. Self acceptance therapy is held twice a day for 21 days. The research subject (n=40) is followed and observed within, before and after self acceptance therapy, questionaire of BDI and evaluation of blood glucose level, BMI evalution an additional effect of self acceptance therapy. Results: Initial analisys comparing basic characteristic data in self acceptance group and control group, shows no significant difference between those variable incluiding BDI variable score, average BMI and fasting blood glucose level. And increase of value mean of BDI correlation with tipe 2 DM patient with symtomps of depression. Conclusion: Result of self acceptance therapy improves BMI, which is a part of control in type 2 DM patients with depression symptoms.
Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2,Indeks Massa Tubuh,Pasrah Diri,Self acceptance therapy, BMI, tipe 2 diabetes melitus, and depression symptoms