Pengaruh pemberian Basic Fibroblast Growth Factor terhadap kekuatan tarik kulit tikus wistar pasca bedah :: Penelitian eksperimental pada tikus wistar
GINTING, Karya, drg. M. Masykur Rahmat, Sp.BM(K)
2007 | Tesis | PPDGS I Ilmu Bedah MulutPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian basic Fibroblast Growth Factor terhadap kekuatan tarik kulit tikus Wistar pasca bedah hari ke 8. Penelitian ini dilakukan pada 20 ekor tikus Wistar (Rattus Norvegicus), jenis kelamin jantan dengan berat ± 250 gram usia ± 3 bulan. Tikus tikus tersebut dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan dibuat insisi pada kulit punggung sepanjang 3 cm dengan kedalaman sampai subkutan dan dijahit sebanyak 3 jahitan, lalu diinjeksi basic Fibroblast Growth Factor 1μg/10μL normal saline pada tepi luka. Pada kelompok kontrol hanya dilakukan insisi dan dijahit tanpa pemberian basic Fibroblast Growth Factor. Pada kedua kelompok tikus didekapitasi pada hari ke 8 lalu dikuliti dan diuji kekuatan tarik kulitnya. Data yang didapat dianalisis menggunakan statistik uji t. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan ( p<0,01 ) antara pemberian basic Fibroblast Growth Factor dengan tanpa mendapat basic Fibroblast Growth Factor terhadap kekuatan tarik kulit pasca bedah hari ke 8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh pemberian basic Fibroblast Growth Factor pada luka insisi kulit tikus Wistar dapt meningkatkan kekuatan tarik kulit tikus Wistar pasca bedah hari ke 8.
The purpose of this research was to know the influence of giving basic Fibroblast Growth Factor to tensile strength of Wistar mouse skin post operation on day-8. This research used 20 male Wistar mice (Rattus Norvegicus), weight ± 250 grams age ± 3 months. The mice were divided into 2 groups that were treatment group and control group. Treatment group made incision at back skin as long as 3 cm with depth until subcutaneous and sutured by three sutures, then injected by basic Fibroblast Growth Factor 1μg/10 μL normal saline at wound edge. Control group only performed incision and suturing without accepting injected basic Fibroblast Growth Factor. All mice of both groups were decapitated on day-8 then skinned and tested the tensile strength of skin. The obtained data was analized by using t –test statistic. Statistical analysis showed that there was significant difference (p<0.01) between giving basic Fibroblast Growth Factor and without giving basic Fibroblast Growth Factor to tensile strength of Wistar mice skin post operation on day-8. The conclusion of this research was that the influence of giving basic Fibroblast Growth Factor at wound incision of Wistar mice skin can improve tensile strength of Wistar mice skin post operation on day-8.
Kata Kunci : Luka Insisi Kulit,BFGF,Kekuatan Tarik Kulit,Luka Pasca Bedah, Skin incision wound, FGF, Tensile Strength Skin, Post-Surgical Wounds