Laporkan Masalah

Pengaruh investasi terhadap pola dan struktur ruang perkotaan Depok Kabupaten Sleman

THALIB, Heru Zulkifli, Dr.Ir. Bondan Hermanislamet, M.Sc

2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Keberadaan kegiatan investasi khususnya di bidang perdagangan dan jasa merupakan salah satu indikator penting berkembangnya suatu kota baik dari aspek kependudukan maupun penggunaan lahannya. Dari aspek kependudukan keberadaan kegiatan investasi ini dapat memicu dinamika penduduk dalam pemenuhan kebutuhannya akan barang dan jasa, sedangkan dalam aspek penggunaan lahan tentunya akan menciptakan konfigurasi penggunaan yang lebih beragam dan lebih dinamis sebagai ciri dari wilayah perkotaan. Kondisi perkembangan investasi yang pesat ini dapat dilihat di wilayah perkotaan Depok yaitu suatu wilayah di pinggiran Kota Yogyakarta yang merupakan bagian dari Kabupaten Sleman DIY. Keberadaan kampus-kampus perguruan tinggi dan jalur-jalur transportasi yang penting diduga menjadi pemicu perkembangan berbagai kegiatan investasi di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perkembangan investasi khususnya investasi perdagangan jasa tersebut terhadap pola dan struktur ruang perkotaan Depok selang tahun 1990 – 2007. Penelitian ini dilakukan secara deduktif kualitatif dengan cara melakukan interpretasi terhadap data-data, baik data statistik, empirik maupun data spasial yang diperoleh untuk dapat menjelaskan hubungan dan keterkaitan antara variabel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : (1) Perkembangan kegiatan investasi berpengaruh terhadap pola pemanfaatan ruang perkotaan Depok baik dari aspek fisik maupun dari aspek spasialnya. Aspek fisik ditunjukkan oleh terjadinya perubahan penggunaan lahan yang siginifikan dari kegiatan non investasi (lahan pertanian dan permukiman) menjadi lahan untuk investasi selang tahun 1990 – 2007. Dari aspek spasialnya dapat dilihat pada perkembangan konfigurasi pemanfaatan lahan untuk investasi yang makin meluas dengan pola linier mengikuti jalur jalan utama dan dapat dibedakan berdasarkan faktor pemicunya menjadi cluster lokasi investasi berorintasi jalan dan cluster investasi berorientasi pada kampus. (2) Perkembangan investasi perdagangan dan jasa, meskipun merupakan komponen ruang dengan fungsi sekunder tapi dalam perkembangannya, cukup berpengaruh terhadap struktur ruang perkotaan Depok terutama pada dari aspek skala layanan fungsionalnya dan pola pergerakan barang dan jasa dalam skala regional. Hal ini misalnya ditandai dengan keberadaan investasi-investasi perdagangan skala besar seperti hotel-hotel berbintang dan pusat-pusat perdagangan modern seperti Hotel Sahid, Hotel Yogya Plaza, Ambarukmo Plaza, Hotel Saphir dan Saphir Square dan lain sebagainya.

The condition of investment activity especially in trade and service is one of the important indicators which shows how far is a city develops in population and the land use. From the population aspect, the condition of population can trigger the population dynamic in order to fulfil the need of goods and services. From the use of land aspect it will create more various and more dynamics configuration use as a characteristic of urban area. Such rapid development investment can be seen in Depok, an area located at Jogyakarta suburb as a part of Sleman regency in the province of Yogyakarta. The existence of campuses and transportation traffic lane are important. It is assummed as trigger development in any kinds of investment activity in this area. The purpose of this research is to explore the influence of investment development specifically the service trade investment to spatial pattern and city structure in Depok city from 1990 – 2007. This research used deductive qualitative by doing datum interpretation from empiric statistic datum and spatial datum as well which can describe the correlation and connection between the variables. The result of research shows several point: First, The investment development influences the use of Depok The physic aspect shown by the changes of land use significantly agriculture uses into residential areas). From spatial aspect can be seen in the configuration development to the use of land investment widely with linear pattern follow main stripes and can be distinguished by its trigger factor becomes investment cluster area which orients on the roads and investment cluster orients to campuses. Second, The investment development in trade and services is spatial component that function as a seconder factor but it influences the structure of Depok City especially in service aspect and the goods and merit investment pattern in regional scale. It is shown by the existence of big scale trade investment such as luxulry hotels and shoping malls such as Sahid Hotel, Plaza Yogya Hotel, Plaza Ambarukmo and Saphir Hotel.

Kata Kunci : Pengembangan Kota,Pola Pemanfaatan Ruang,Trade and Services Investment Development, land use pattern and City Structure


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.