Laporkan Masalah

Prospek 3R dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Pulau Batam :: Studi persepsi masyarakat kawasan Batam centre

FITHRIANTO, Agung, Ir. Haryadi, M.Arch.,Ph.D

2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Perkembangan Kota Batam sebagai daerah industri tumbuh dengan cepat dan cukup menarik pendatang dari berbagai daerah. Hal ini mendorong tingginya pertumbuhan penduduk yang juga diikuti meningkatnya laju timbulan sampah. Di sisi lain, metode pengelolaan sampah masih secara konvensional, dimana sampah hanya dikumpulkan, diangkut lalu dibuang ke lokasi akhir. Ini tentunya membutuhkan biaya tinggi terkait pengangkutan dan pengolahannya. Dari data yang ada, rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap total timbulan sampah kota. Untuk itu diperlukan paradigma baru melibatkan masyarakat sebagai sumber sampah rumah tangga untuk turut bertanggungjawab dengan mengurangi sebesar mungkin sampah yang dihasilkannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prospek 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai salah satu alternatif pengurangan sampah rumah tangga dengan mengkomparasikan tingkat persepsi tiga kelompok masyarakat di kawasan Batam Centre, yaitu masyarakat atas, menengah dan bawah. Pengukuran persepsi ditunjukkan dari pendapat, kesediaan dan perilaku masyarakat terhadap penerapan 3R. Guna mencapai tujuan penelitian, digunakan pendekatan metode deduksi dengan paradigma rasionalistik, data yang ada kemudian dianalisa secara deskriptif kuantitatif-kualitatif. Hasil studi menunjukkan, berdasarkan persepsinya masyarakat atas memiliki prospek paling baik untuk menerapkan 3R. Secara umum, masyarakat telah memahami manfaat 3R dan mendukung jika diterapkan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Masyarakat sebenarnya juga telah melakukan 3R terutama reduce dan reuse, sedangkan recycle yang juga bagian penting dalam 3R masih jarang dilakukan. Ini dapat dipahami karena untuk melakukan recycle membutuhkan penanganan khusus, waktu, lahan dan sarana. Untuk itu, perlu dicarikan solusi terbaik sehingga masyarakat lebih termotivasi menerapkannya secara individual maupun komunal. Dengan demikian, 3R dapat diterapkan di masing-masing kawasan secara berkelanjutan.

Batam City which is developed as industrial area, grow quickly and attract many outsiders from various areas. This creates the increase of population growth rate quicker and also followed by increasing the speed of solid waste. On the other side, the existing waste management technique is still conventional, by collecting, transporting, and then throwing the garbage to its final location. This practice certainly requires high rate expense related to transportation and process in its final location. Data show that domestic waste gives the biggest contribution to total waste in the city. In this context, it is important to have a new paradigm and strategy in solid waste management. This research aimed to know the prospect of implementing 3R (reduce, reuse, and recycle) as one alternative in managing the domestic waste in Batam City. This was done by comparing public perception of three groups of people in Batam Centre, that is high income-group, middle-income group and low-income group. This research employed a research method of deduction rasionalistic para-digm, using questionaire instrumentation, then analysed and presented descriptively in quantitative and qualitative ways. The research shows that the high-income people is considered to have the best prospect to apply 3R. In general, public have a good comprehension on the benefit of 3R to be applied in the management of household waste. People also actually has done 3R especially by reducing and reusing. However they are not applying recycle yet. This is because to do recycle it require special handling, time, space and facilitation. There is a need to find the best solutions so that more people are motivated and more easier to do recycle in their own community.

Kata Kunci : Pengelolaan Sampah Rumah Tangga,Persepsi Masyarakat, perception, 3R waste, prospect


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.