Adaptasi dan adjustment masyarakat pantai Talise terhadap permukiman baru :: Kasus permukiman kembali Rudapaksa di Kota Palu
ALGAZALI, Immam, Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D
2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat pesisir Pantai Talise melakukan adaptasi dan penyesuaian (adjustment) dilingkungan permukiman baru Kelurahan Layana Indah Kota Palu serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Hal ini dianggap penting karena dari 179 KK masyarakat Pantai Talise yang dimukimkan kembali secara paksa, sebanyak 36,8% telah meninggalkan permukimannya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana mereka yang sebanyak 63,2% dapat melakukan adaptasi dan adjustment hingga tetap bertahan dan tidak meninggalkan lokasi permukimannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deduktif-kualitatif berlandaskan pada paradigma rasionalistik. Perolehan data melalui wawancara mendalam kepada 34 kepala keluarga dan observasi lapangan. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mendapatkan konsep adaptasi dan adjustment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang dimukimkan kembali di permukiman baru melakukan penyesuaian (adjustment) lingkungan fisik seperti membuat dinding/merampungkan rumah, membuat dapur, membuat/meratakan tanah miring, membuat lantai semen/cor, membuat bak penampungan air, membuat MCK, membuat teras, membuat pagar, membuat batako sendiri, membuat rumah permanen, menanam bahan kebutuhan dapur dan menanam bunga. Disamping itu masyarakat pemukim melakukan penyesuaian (adjustment) terhadap lingkungan fisik secara kolektif seperti membersihkan lingkungan, memperbaiki pipa air, memperbaiki masjid, menanam tanaman obat keluarga (TOGA) serta mengolah hasil pertanian. Pada sisi lain masyarakat pemukim melakukan adaptasi fisik lingkungan seperti menanam tanaman pohon pelindung, pohon buah yang juga berfungsi sebagai pohon pelindung serta berkebun jagung. Dan untuk mempertahan hidup, para pemukim melakukan adaptasi yang berkaitan dengan perubahan mata pencaharian karena perubahan lokasi seperti bekerja sebagai tukang, buruh, pedagang besi tua, peternak dan usaha kios. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam beradaptasi, yaitu persepsi sebagai faktor internal; dan aksesibilitas, iklim serta bantuan dari Pemerintah sebagai faktor eksternal. Sedangkan yang mempengaruhi masyarakat dalam hal melakukan penyesuaian (adjustment), yaitu motivasi sebagai faktor internal dan faktor tanah/lahan serta ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan permukiman sebagai faktor eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekipun pekerjaan mereka tidak berubah, namun kerena perubahan lokasi, mereka tetap melakukan adaptasi dan / atau adjustment.
The research aims at examining the adaptation and adjustment of Talise coastal area residents to their new settlement, Layana Indah Village of Palu, as well as the factors affecting it. A number of 36.8% out of 179 families of Talise coastal area residents resettled involuntarily have left their new settlement. The rest, 63.2% of them, have successfully adapted and adjusted themselves to their new environment and prefer to stay. The research applies a deductive-qualitative method, which is based on rationalistic paradigm. The data are obtained through an in-depth interview with 34 family heads and a field observation. These data are then analyzed using a descriptive-qualitative method of analysis to build the concept of adaptation and adjustment. The research results show that unvoluntary-resettling residents have made several adjustments to their new physical environment, i.e. by either building wall or completing house construction, building kitchen, flattening the ground, cement flooring, constructing water tank, public bathing, toilets, porches, and fences, making batako (a kind of brick), constructing permanent houses, and gardening. In addition, they have also made a collective adjustment to their physical environment by carrying out such activities as cleaning the neighbourhood, restoring water pipe and renovating the mosque, making a family herb garden, and processing agricultural products. Furthermore, not only have the residents made several adaptations to their physical environment such as planting shade trees, planting fruits trees which also serve as shade trees, and corn gardening, but they have also made some changes to their livelihood by working as workmen, labours, scrap iron merchants, cattlemen, and merchants. Factors affecting their adaptation are categorized into two groups: (1) internal factors (perception); and (2) external factors (accessibility, climate, and government aid). On the other side, factors affecting their adjustment can be categorized into groups: (1) internal (personal motivation); and (2) external (land, facilities and amenities in their new settlement). The research concludes that despite their occupation that remains the same, people of Talise make several adaptation and adjustment due to changes in their settlement location.
Kata Kunci : Perumahan dan Permukiman,Masyarakat Pesisir Pantai,Adaptasi dan Adjustment