Dampak bantuan penguatan modal terhadap peningkatan pendapatan peternak kambing dan domba :: Studi kasus di Kabupaten Sleman
HASYIM, Muhammad, Slamet Sugiri, Prof.Dr.,MBA
2007 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program penguatan modal yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap pendapatan peternak kambing dan domba di wilayah Kabupaten Sleman Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling, dari jumlah kelompok peternak yang ada di Kabupaten Sleman diambil 1 (satu) kelompok tiap Kecamatan (keseluruhan ada 17 kecamatan). Kemudian dari masing-masing kelompok tersebut diambil sampel 10 anggota. Jadi secara keseluruhan jumlah sampel sebanyak 170 sampel. Pengaruh penguatan modal tersebut dianalisis dengan menggunakan metode uji dua beda rata-rata dan uji kelayakan usaha Net Benefit Cost Ratio. Berdasarkan hasil uji kelayakan usaha dengan metode Net Benefit Cost Ratio pada tingkat bunga 12%, 18% dan lama waktu proyek 3 tahun menunjukkan bahwa nilai Benefit Cost Ratio > 1 (1,21 dan 1,06). Hal tersebut berarti usaha peternakan kambing dan domba layak untuk dilaksanakan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik beda dua rata-rata (uji Z, taraf uji α 5% dengan 1 sisi pengujian) menunjukkan bahwa bantuan penguatan modal berpengaruh nyata terhadap peningkatan pendapatan peternak kambing dan domba, sampai dengan taraf kepercayaan 95%.
The study is aimed at determining how capital reinforcement program launched by the government of Sleman Regency affects to income of goat and sheep farmers in Sleman Regency areas. The study uses descriptive method, in which sampling was brought about using cluster sampling. Of every sub district, totaling 17 sub district, 1 group was picked. Ten group members were taken from each group, which all build 170 samples. The capital reinforcement effect was analyzed using the two averaged discrepancy test method and test of business adequacy test Net Benefit Cost Ratio. The result of business adequacy test using Net Benefit Cost Ratio at interest rate that of 12%, 18%, and 3-years of project duration indicates that the value of Benefit Cost Ratio > 1 (1.21 and 1.06). It means goat and sheep farming is adequate to carry on. The result of the study using two averaged discrepancy statistics test (Z test, test level of α = 5% with 1 testing side) indicates that capital reinforcement assistance has significant influence on the income increase of goat and sheep farming, with trust level up to 95%.
Kata Kunci : Manajemen Modal,Peternakan Kambing dan Domba, Capital reinforcement, income increase among goat and sheep farmers, two-average discrepancy test and business adequacy