Reaksi pasar terhadap pengumuman pembelian kembali saham :: Studi empiris di Bursa Efek Jakarta
OKTARYANI, Gusti Ayu Sri, Sukmawati, Prof.Dr.,MM
2007 | Tesis | Magister ManajemenPembelian kembali saham merupakan salah satu cara pengembalian modal ke tangan pemegang saham. Pada awal tahun 1980an, perusahaan-perusahaan di AS mulai melakukan program pembelian kembali saham dalam jumlah besar yang akhirnya menyebar ke negara-negara lainnya. Penelitian ini membahas tentang reaksi pasar terhadap pengumuman pembelian kembali saham metode pasar terbuka, yang terjadi di Bursa Efek Jakarta . Dalam kurun waktu tahun 2000 – 2006 tercatat hanya 10 perusahaan yang melakukan program pembelian kembali saham metode pasar terbuka dalam database BEJ dan jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, jumlahnya relatif kecil. Sampel dalam penelitian ini dipilih dari pengumuman pembelian saham yang tercatat dalam situs BEJ. Hanya 6 pengumuman yang dipilih sebagai sampel, dengan menggunakan metode purposive sampling. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya abnormal return dan penelitian ini melakukan analisis terhadap abnormal return harian dengan event window dari t = -5 sampai dengan t = +5. Dengan menggunakan mean-adjusted model diperoleh rata-rata abnormal return positif pada tanggal pengumuman dan sehari setelah pengumuman, namun nilai tersebut tidak signifikan. Dalam perhitungan cumulative abnormal return diperoleh CAR sebesar 4,05 persen untuk window [-5;+5]. Namun nilai tersebut tidak signifikan, begitu pula dengan CAR dari variasi lainnya. Selain itu, hasil uji beda yang dilakukan terhadap abnormal return sebelum pengumuman dan sesudah pengumuman juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Temuan ini berbeda dengan hipotesis penelitian, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kandungan informasi dalam pengumuman pembelian kembali saham dan pasar tidak bereaksi terhadap pengumuman tersebut.
Stock repurchases is one of mechanism for returning capital to the shareholders. In early 1980s, US corporations began adopting share repurchase programs in large numbers, and this movement went global to other countries. This thesis analyzes market reaction to open market share repurchase announcements in Jakarta Stock Exchange. Between 2000 and 2006, recorded only 10 firms have announced open market repurchase programs in JSE, and it relatively small compared with previous research in other countries. The sample consists of open market stock repurchase announcement from website of JSE between 2000 and 2006 and only 6 announcements choose as sample for this research, by using purposive sampling method. Market reaction showed by abnormal return and by using 11 days event window, I analyzed daily abnormal return from t = -5 until t = +5. By using mean-adjusted model, this research found positive average abnormal return on the day of the announcement and one day after the announcement, but the abnormal return is not significant. This research also found insignificant cumulative abnormal return (CAR) for different variations of window. Stock repurchase announcements recorded insignificant CAR of 4.05 percent within 11 days window [-5; +5]. In the other hand, there is no significant difference between abnormal return before the announcement and after the announcement. These findings are different with the research hypothesis, therefore there is no information content in repurchase announcements and the market did not react to the announcement.
Kata Kunci : Reaksi Pasar,Abnormal Return,stock repurchase announcements, market reaction, abnormal return and CAR