Laporkan Masalah

Beta, Firm Size, Book-to-Market Value, inflasi dan stock return

ISMANTO, Hadi, Eduardus Tandelilin, Prof.Dr.,MBA

2007 | Tesis | Magister Manajemen

Banyak perdebatan yang terjadi di dunia akademis dalam menguji CAPM. Dimana CAPM merupakan model keseimbangan yang menggunakan beta sebagai pengukur risiko tunggal dan beta mempunyai hubungan yang positif dengan expected return, dengan kata lain menurut CAPM hanya beta market yang cocok untuk menjelaskan security return. Sedangkan menurut Fama dan French Size merupakan faktor penting dalam penjelasan perbedaan return, dan antara beta (β) dan expected return tidaklah terdapat hubungan positif melainkan tidak berpola/tidak berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa beta bukan satusatunya variabel yang dapat mempengaruhi return saham di Bursa Efek Jakarta. Hasil dari penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa size dan bookto- market value juga dapat mempengaruhi return saham dalam portofolio tertentu, akan tetapi jika melihat hasil dari uji t maupun uji F maka dapat di tarik kesimpulan bahwa beta merupakan faktor yang paling kuat dalam mempengaruhi return saham, hal ini di pertegas dengan hasil adjusted R2 yang relatif stabil dalam artian tidak ada peningkatan yang signifikan ketika ditambah variabel independen lain selain beta di dalam model regresi, sehingga dapat disimpulkan beta tetap merupakan faktor paling kuat mempengaruhi return saham sesuai dengan konsep CAPM.

There are debates in academics about the testing of CAPM. The CAPM is model equilibrium that use beta as stand alone risk measure and beta have positive relation with expected return; in other word according to CAPM the market beta alone is sufficient to explain security return. While according Fama and French size is important factor to explain difference return, and about beta and expected return have not positive relation or have not relation. The objectives of this research are show that beta is not only one variable that influence return in Jakarta Stock Exchange. Results of this research has provided empirical evidence that size and book-to-market value can influence return in some portfolios, but if look at from t-test or F-test show that beta is strongest factor to influence return, and clarified with the result of adjusted R2 more stabiles, it’s mean have not significant growth when added other independent variable except beta in regression, so can conclude beta is stronger than other factor that influence return or appropriate with CAPM concept.

Kata Kunci : Return Saham,Beta,Inflasi,Return, Beta, Size, Ratio book-to-market, Inflation, adjusted R2


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.