Analisis kinerja keuangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Kabupaten Gunungkidul, 2005-2006
PRAPTONO, Eddy, Drs. Dumairy, MA
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) telah memunculkan berbagai ragam model LKM, mulai yang permodalannya disubsidi oleh pemerintah hingga yang diperoleh secara swadaya masyarakat. Tesis ini menyajikan hasil penelitian mengenai ada tidaknya perbedaan kinerja keuangan model LKM UPKPPK, BKM-P2KP dan BMT serta faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya simpanan pada BMT di Kabupaten Gunungkidul. Untuk menguji ada tidaknya perbedaan model LKM digunakan analisis varian, uji Kolmogorov Sminov Test untuk mengetahui kenormalan dari distribusi data dan uji Levene’s test untuk mengetahui adanya homogenitas dari varian. Adapun untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya simpanan digunakan analisis regresi. Berdasarkan penelitian dengan taraf uji 5% dapat diketahui bahwa kinerja keuangan tahun 2005 dan 2006 model LKM UPK-PPK, BKM-P2KP dan BMT tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Besar kecilnya simpanan secara signifikan dipengaruhi oleh persepsi tingkat kepercayaan, persepsi kualitas pelayanan, persepsi bagi hasil simpanan. BMT dapat menjadi salah satu model LKM yang sangat baik karena dengan faktor permodalan yang diperoleh secara swadaya masyarakat mampu menghasilkan kinerja keuangan yang tidak berbeda dengan model LKM yang permodalannya disubsidi pemerintah. BMT akan menjadi lebih kuat apabila jumlah simpanan sukarela terus dapat ditingkatkan dengan menjaga kepercayaan, meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan bagi hasil yang menarik.
The development of Micro Finance Institutions (LKM) has been triggering many LKM’s models, from public to private capital. This thesis analyses the possibility of any differences between financial performance on LKM models; UPKPKK, BKM-P2KP and BMT, along with factors that influences big or small saving at BMT in Gunungkidul regency. Varian analysis was used to test the significant differences model at BMT. Furthermore, Kolmogorov Sminov Test was used to recognize normality of data distribution, and Levene’s test to know homogeneity from the variant. In addition, regression analysis was used to know saving influences factors. Based on research with 5% test rates, it can be known that there were no significant differences in financial performances at financial year 2005 and 2006 of LKM’s models, UPKPPK, BKM-P2KP and BMT. The big or small of saving are influenced by trust perception rates, quality of services perception and the profit share saving perception. BMT can be one good model of LKM because with private capital can produce financial performance as good as another LKM’s models which has been subsidies by government. Furthermore, BMT can be strong if the amount of voluntary saving can be increased with maintaining the trust, increase quality of services and give attractive profit sharing.
Kata Kunci : Lembaga Keuangan Mikro,Kinerja Keuangan BMT,Modal dan Simpanan,Micro Finance Institutions (LKM), capital, saving