Analisis produksi dan pendapatan petani penggarap tanah pertanian padi di desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul, 2007
MUJIATI, Drs. A. Budi Purnomo Br., MA
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan kotor dan pendapatan bersih petani penggarap dalam pelaksanaan sistem perjanjian bagi hasil tanah pertanian serta mengetahui reaksi pemilik tanah apabila pembagian hasil panen berdasarkan pendapatan bersih dalam usahatani padi satu kali musim tanam tahun 2007. Penelitian ini mempergunakan data primer yang diperoleh dengan tanya jawab dengan kuesioner kepada petani penggarap dan pemilik tanah dengan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel sebanyak 40 orang. Alat analisis yang dipergunakan adalah regresi linier berganda melalui pendekatan fungsi produksi Cobb Douglas dengan variabel tak bebas produksi padi(Y) dan variabel bebas yang terdiri dari luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), bibit (X3) dan pupuk (X4). Selanjutnya dianalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi dengan metode OLS (Ordinary Least Square) dan perhitungan pendapatan kotor dan pendapatan bersih petani penggarap dengan rumus perhitungan pendapatan. Analisis pendapatan dibandingkan dengan bunga bank yang mempergunakan uji rata-rata sampel tunggal. Data mengenai reaksi kesediaan pemilik tanah untuk menerima pembagian hasil berdasarkan pendapatan bersih diperoleh secara langsung melalui kuesioner dan dianalisis dengan skala guttman. Hasil analisis regresi dengan α 0,05 diperoleh R2 = 0,793, adjusted R2 = 0,770, F hitung = 33,691, F tabel = 2,69 dan t tabel = 2,021. Penggunaan faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, bibit dan pupuk secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi dan secara individual faktor produksi bibit berpengaruh secara positif dan tidak segnifikan. Secara finansial rata-rata pendapatan kotor petani penggarap Rp296.375,- dan pendapatan bersih Rp119.619,- sedangkan secara ekonomi pendapatan bersih petani penggarap bernilai negatif dan lebih rendah daripada bunga bank yang berlaku, sehingga petani penggarap mengalami kerugian. Reaksi pemilik tanah terhadap pembagian hasil berdasarkan pendapatan bersih, sebanyak 100% tidak setuju dan mereka menginginkan pembagian hasil sesuai dengan pelaksanaan sistem bagi hasil yang ada saat ini.
This research is aimed at knowing gross revenue and net revenue of the working farmers in the implementation of the agricultural land product sharing agreement and at knowing the reaction of the land owners when the product sharing is based on the net revenue in one rice planting season in the year 2007. This research employs primary data that are collected through interview with the working farmers and land owners using questionnaire with purposive sampling technique to get as many as 40 sample people. The employed analysis instrument is multi linear regression through Coob Douglas’ production function approach with rice production non-free variable (Y) and free variable consisting of land width (X1), manpower (X2), seed (X3) and fertilizer (X4). Then, the impact of using production factors with OLS (Ordinary Least Square) method is analyzed and the gross revenue as well as the net revenue of the working farmers is calculated using revenue calculation formula. Revenue analysis is compared to bank interest using single sample average test. Data on the willingness of the land owner to accept product sharing based on the net revenue are collected directly through questionnaire and they are analyzed using Guttman scale. The analysis result using α 0.05 results in R2 = 0.793, adjusted R2 = 0.770, Fcalculation = 33,691, F table = 2.69 and t table = 2.021. The use of land width production, manpower, seed and fertilizer factors at the same time gives positive and significant influence on rice production and individually the seed production factor gives positive but insignificant influence. Financially, the average gross revenue of a working farmer is IDR 296,375 and the net revenue is IDR 119.619 while economically the net revenue of the working farmers has negative value and is lower than the existing bank interest so that working farmers suffer from loss. The reaction of the land owners against revenue sharing based on net revenue is: 100% disagree and they want revenue sharing in accordance with the implementation of the existing revenues sharing system.
Kata Kunci : Pendapatan Petani,Produksi,Tanah Pertanian Padi