Analisis pengukuran kinerja pemberian ijin trayek di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dengan Balanced Scorecard
El QUDSIY, Asroyuddin, Dr. John Suprihanto, MIM
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTransportasi merupakan barang umum (publics good) yang berarti menjadi hak setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan transportasi yang baik, dan penyediaan transportasi yang baik ini adalah menjadi kewajiban pemerintah. Dikarenakan minimnya anggaran pemerintah sehingga dalam penyelenggaraannya tidak dapat terpenuhi, upaya yang dilakukan pemerintah adalah memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk mengusahakannya. Namun demikian pemerintah tetap bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan penyediaan transportasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja pemberian ijin trayek pada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer berupa hasil pengolahan kuesioner dan hasil wawancara yang dilakukan pada responden internal dan responden eksternal, data sekunder berupa arsip-arsip atau dokumen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja pemberian ijin trayek menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang meliputi; keuangan, pelanggan, proses internal serta pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukan bahwa, pada perspektif keuangan rata-rata mengalami peningkatan pendapatan retribusi dari ijin trayek yang dikeluarkan yaitu di atas 100%. Pada perspektif pelanggan jika dilihat perlu adanya prioritas untuk segera ditangani seperti: a) pembenahan lahan parkir, b) kenyamanan dan kebersihan, c) koordinasi dengan unit terkait, d) kemampuan cepat tanggap terhadap keluhan pelanaggan, e) kecepatan, ketepatan dan keakuratan layanan yang diberikan. Perspektif proses internal secara kuantitatif baik yaitu berada pada angka 618, bila dilihat pada rentang skala angka tersebut berada diantara 585 s.d. 729. Untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran berdasarkan skala penilaian berada pada skor 9 s.d. 11 karena skornya 9 maka hasil penilaiannya adalah cukup puas.
Transportation is a public good where each citizen has right to have it, and good provision of transportation is obligation of government. Because of minimum governmental budget, the performance requirements cannot be met, the government makes effort to give chance to private party to operate it. However, the government remains to be responsible for performance and provinsion of transportation to society. This research purpose was to measure performance of transportation licensing to the Communication Service of West Java Province. Data used in this research questionnaire processing and interview with the researched problems. The analisys tools used for measuring the performance of transportation licensing in this research were Balanced Scorecard approaches consisting of: finance, customers, internal process, and growth and learning. The results of research indicated that finance perspective averagely experienced increase in retribution income of published transportation licenses exceeding 100%. If seen from the customer perspective needed to have priorities to manage soon, such as: (a) park land correction, (b) safety and clearance, (c) coordination with concerned units, (d) capability of responsiveness to customer complaints, (e) speed, exactness, and accuracy of given services. Perspective of internal process was quantitatively good, lied in 618 figure, if seen from scale range, the figure was from 585 to 729. For perspective of growth and learning based on estimation scale, the figure was ranged from 9 and 11; because the score was 9, then the estimation results were sufficiently satisfied.
Kata Kunci : Kinerja Organisasi Publik,Dinas Perhubungan,Ijin Trayek, Balanced scorecard, coherent, comprehensive, measure