Ketimpangan fiskal antardesa dan formula alternatif Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Magelang tahun 2002-2007
SUSILO, Budi, Prof.Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPelimpahan kewenangan harus disertai dengan pelimpahan keuangan sehingga memerlukan formula yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan fiskal antar desa sebagai akibat transfer ADD tahun 2002-2007 dan merumuskan formula ADD berdasarkan persepsi stakeholder di Kabupaten Magelang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa persepsi para pelaku kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa. Data sekunder merupakan variabel dari formula ADD diperoleh dari BPKKD, Bappeda, Disdukcapil, BPS dan Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Magelang. Menggunakan alat analisis indeks Williamson dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketimpangan fiskal antardesa akibat transfer ADD Kabupaten Magelang tahun 2002-2007 relatif kecil rata-rata indeks Williamson sebesar 0,0213. Indeks terbesar tahun 2002 sebesar 0,0225 dan terkecil tahun 2007 sebesar 0,0208. Terdapat perbedaan penerimaan ADD masing-masing desa antara pendistribusian ADD menurut Perda Kabupaten Magelang nomor 8 tahun 2004 dengan simulasi pendistribusian ADD berdasarkan metode AHP. Pendistribusian menurut Perda, lebih mengutamakan pemerataan penerimaan daripada pembobotan kemampuan dan kebutuhan desa, penerimaan tertinggi Rp133.094.000,00 dan terendah Rp75.690.000,00. Simulasi ADD dengan metode AHP lebih menekankan pada persepsi stakeholders. Penerimaan terbesar Rp289.374.135,00, terkecil Rp29.313.091,00.
Authority decentralization must be accompanied with finance decentralization so that need the correct formula. This research aim to to analyse the fiscal imbalance between countryside as effect transfer the ADD from 2002 to 2007 and formulate the formulation of ADD based on stakeholder perception in the regional government of Magelang. This research used of primary data and secondary data. Primary data was perception of perpetrator of governance activity, development and social in countryside. Secondary data represent the variable from formulation ADD obtained from BPKKD, Bappeda, Disdukcapil, BPS and Bagian Pemerintahan Desa in the regional government of Magelang. Using analyzer make an index to the Williamson and method of Analytical Hierarchy Process ( AHP). Result of research indicating that the fiscal imbalance of transfer ADD in the regional government of Magelang from 2002 to 2007was small relative, mean make a Williamson index equal to 0.0213. Biggest index of year 2002 equal to 0.0225 and smallest of year 2007 equal to 0.0208. There were difference of acceptance ADD in countrysides between distribution ADD according to Perda of in the regional government of Magelang 8/2004 with the simulation of distribution ADD pursuant to AHP method. Distribution according to Perda, more majoring equity than wight of ability and countryside requirement, highest acceptance Rp133,094,000.00 and smallest Rp75,690,000.00. Simulation ADD with the method of AHP more emphasizing at stakeholders perception. Biggest acceptance of Rp289,374,135.00, smallest of Rp29,313,091.00
Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal,Alokasi Dana Desa, fiscal decentralization, fiscal imbalance, AHP