Konsentrasi geografis dan potensi industri kecil dan rumah tangga di Kabupaten Temanggung, 1996-2006
JUDHANINGRUM, Dyah Ekiana, Prof.Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis lokasi kluster IKRT dan spesialisasi antar kluster, menganalisis subsektor yang mempunyai potensi unggulan serta kendala-kendala yang dihadapi oleh IKRT di Kabupaten Temanggung Tahun 1996-2006. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data mentah hasil Sensus Ekonomi tahun 1996 dan 2006 serta data Survey Usaha Terintegrasi (SUSI) Tahun 1998 dan 2004 yang diperoleh dari BPS Pusat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk mengidentifikasi kluster industri, Indeks Spesialisasi Krugman untuk mengidentifikasi dan membandingkan tingkat spesialisasi antar kluster serta Analisis SLQ dan DLQ untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang berpotensi unggulan. Metode deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi pola industri dan kendala-kendala yang dihadapi oleh IKRT. Hasil analisis menunjukkan adanya pergeseran kluster industri dan ditemukan indeks spesialisasi terbesar yaitu 1,64 antara Kecamatan Pringsurat dan Tretep. Potensi unggulan berada di Kecamatan Parakan, Kledung, Bansari dan Bulu dengan industri pengolahan tembakau; Kecamatan Temanggung, Kandangan dan Kedu dengan industri anyaman bambu; Kecamatan Parakan dan Kecamatan Temanggung dengan industri percetakan,; Kecamatan Pringsurat, Kaloran dan Kedu dengan industri batu bata dan genteng; Kecamatan Gemawang dengan industri sapu ijuk. Kendala-kendala yang dihadapi meliputi permodalan, bahan baku dan pemasaran.
This research aims to analyze small scale and household industry (IKRT) cluster location and specialization between cluster industry, to analyze superior cluster’s industry. This research also analyzes small scale and household industry problems. Secondary data were used and taken from Sensus Ekonomi (SE) 1996 and 2006, Survey Usaha Terintegrasi (SUSI) 1998 and 2004 wich released by Indonesian Central Bureau Of Statistic (BPS) in Compact Disk. Using Geograpic Information System (GIS) this research attempt to analyze location of cluster industry, Krugman’s index of regional specialization to analyze specialization between subdistrict, Statics Location Quotient (SLQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) to analyze prominent subsector industry. Descriptive methods used to identify industrial pattern and also to identify small scale and household industry problems. The result of this research indicates the existing of changing cluster industry, the biggest specialization index was the ratio between Pringsurat and Tretep Subdistrict. There was five prominent subsector industry : Parakan, Kledung, Bansari and Bulu Subdistrict by tobacco industry; Temanggung, Kandangan and Kedu Subdistrict by bamboo weaving; Parakan and Temanggung Subdistrict by printing office; Pringsurat, Kaloran, Kedu Subdistrict by brick and roof tile; Gemawang Subdistrict by fibre of palmtree broom. Problems that faced by small scale and household industry are capital, row material and marketing.
Kata Kunci : Industri Kecil dan Rumah Tangga,Kluster Industri,Potensi Unggulan, small scale and household industry, cluster industry, index of regional specialization