Laporkan Masalah

Penilaian aset (Tanah dan Bangunan) Pemerintah Daerah :: Studi pada Mess Saijaan Kabupaten Kotabaru

RIADI, Sopiani, Dr. Fahmy Radhi, MBA

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Masalah penilaian aset pemerintah daerah terutama tanah dan bangunan di dalam laporan keuangan daerah adalah merupakan masalah yang sangat penting, di mana sampai dengan saat ini nilai aset yang tergambar didalam neraca daerah tidak menggambarkan nilai pasar yang wajar. Penelitian ini bertujuan melakukan penilaian aset tanah dan bangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru dengan metode pendekatan perbandingan data pasar, metode pendekatan biaya, dan metode pendekatan pendapatan kemudian membandingkan hasil metode penilaian aset tanah dan bangunan pada neraca daerah yang menggunakan metode historis atau perolehan harga. Dari penelitian ini dapat diketahui nilai tanah dan bangunan serta fasilitasnya Mess Saijaan adalah sebesar Rp2.600.000.000 yang terdiri dari Rp1.641.100.000 untuk nilai tanah dan sebesar Rp958.900.000 untuk nilai bangunan beserta fasulitasnya, yang kemudian dibandingkan dengan nilai yang ada dineraca daerah hasil penilaian oleh tim pemerintah daerah bekerjasama dengan BPKP perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan yang menggunakan metode historis atau berdasarkan perolehan harga. Dari hasil perbandingan tersebut terdapat perbedaan yang cukup besar antara hasil penilaian yang dilakukan oleh tim pemerintah daerah yang menggunakan metode historis dengan penulis yang menggunakan metode tiga pendekatan kemudian yang dijadikan dasar hanya dua pendekatan sehubungan dengan kecukupan dan dan informasi yang didapatkan yaitu pendekatan biaya dan pendekatan perbandingan data pasar. Adapun perbedaan itu adalah sebesar Rp2.073.380.330 yang terdiri dari Rp 1.641.095.330 untuk perbedaan nilai tanah dan Rp 432.285.000 untuk perbedaan nilai bangunan beserta fasilitasnya. Perbedaan yang cukup besar ini dikarenakan tidak adanya penyesuaian terhadap kenaikan baik itu harga tanah maupun harga material bangunan.

Issues of local government asset assessment particularly land building within local finasial statement is prominent problems, where insofar asset value within local balance is not represent proper market value. Therefore, the study purposed to recognize assessment upon local government asset of Kabupaten Kotabaru using several methot i.e. market data comparison, cost approximation method, and revenue approximation, and further compared with historical or price acquirement. It recognized that value of land and building as well as the facilities of Mess Saijaan is Rp2,600,000,000; which consist of Rp1,641,100,000 for the value of land and equal to Rp958,900,000 for the value of building with him, further compared with current value within local government balance resulted from local government team in cooperation with BPKP representation of South Kalimantan Province using historical method or based on price acquirenment. From the comparison result there are big enough difference between assessment result conducted by local government team using historical method with writer using method three approach then taken as base only two approach referring to sufficiency and and got information that is approach of expense and approach of comparison of market data. As for that difference is equal to Rp2,073,380,330 which consist of Rp 1,641,095,330 for the difference of land;ground value and of Rp 432,285,000 for the difference of building value along with his facility. big enough difference because of adjustment inexistence to that good increase land price and building material price.

Kata Kunci : Aset Pemerintah Daerah,Penilaian Aset,Tanah dan Bangunan, Cost Approximation, Market Data, Revenue


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.