Analisis laba usaha kecil yang melakukan kemitraan pola Subkontrak :: Kasus industri Bordir di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat 2007
ARIZAL, Dr. Catur Sugiyanto, MA
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini menganalisis pengaruh bantuan modal usaha dari bapak angkat terhadap profit yang diterima perbulan oleh industria bordir yang melakukan kemitraan pola subkontrak. Selain itu tujuan penelitian ini untuk membandingkan profit yang diterima oleh industria subkontrak dengan yang tidak subkontrak. Dalam menganalisis pengaruh tersebut digunakan metode uji beda dua rata-rata dan regresi berganda dengan metode OLS. Data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara melakukan pengisian kuesioner dan wawancara langsung kepada nara sumber, yaitu industria bordir yang melakukan hubungan subkontrak dan industria bordir yang tidak melakukan hubungan subkontrak di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti kantor BPS Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota serta kantor Koperindag ke dua daerah tersebut. Hasil penelitian dengan uji beda dua rata-rata membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap profit antara industri bordir subkontrak dengan industri bordir yang tidak subkontrak. Berdasarkan estimasi uji F terbukti secara bersama-sama variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji t variabel independn seperti (Aset, Produksi, Subkontrak) berpengaruh signifikan terhadap profit yang diterima pengusaha bordir.
This research analyzes the inflluences of a creditor capital loan to the monthly income gained by the bordir industry that run a subcontract pattern in its partnership. Other goal of the research is to compare the income of the bordir industry both one appplying the subcontract partnership and one that not doing the same system. In analyzing those influences, the average bi-variant and multiple regression analysis under OLS method are applied. The research obtains primary data from questionnaire and direct interview with resource persons, which are the bordir industry that run a subcontract system in its partnership and one that were not in Kota Payakumbuh and Kabupaten 50 Kota. The secondary data from relevant government offices like the BPS and Koperindag of Payakumbuh and Kabupaten 50 Kota. The results of the average bi-variant analysis reveal a significant difference of net monthly income between non participants and participants of the program. The estimate of F test proves that independent variables affect dependent variables. The t-test for independent variables (assets, production, and subcontracts) give significant influence to net monthly income.
Kata Kunci : Subkontrak, profit, industri bordir, Subcontract, bordir industry