Laporkan Masalah

Daya tarik investasi di Kabupaten Purbalingga :: STudi kasus Persepsi dunia usaha tahun 2007

WURYANINGSIH, Yekti Lestari, Prof.Dr. Iswardono S. Permono, MA

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini membahas permasalahan daya tarik investasi di Kabupaten Purbalingga menurut persepsi para pelaku usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan investasi di Kabupaten Purbalingga pada masing-masing lapangan usaha selama tahun 2004-2006 dan melakukan pemeringkatan faktor-faktor yang menentukan daya tarik investasi di Kabupaten Purbalingga berdasarkan persepsi pelaku usaha tahun 2007. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan perkembangan investasi di Kabupaten Purbalingga pada masing-masing lapangan usaha selama tahun 2004-2006 dan Analytical Hierarchy Proccess (AHP) untuk melakukan pemeringkatan faktor-faktor yang menentukan daya tarik investasi di Kabupaten Purbalingga. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari penelitian KPPOD tentang Daya Tarik Investasi Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2003. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan disimpulkan bahwa pertumbuhan investasi pada masing-masing sektor dalam tiga tahun terakhir (2004-2006) sangat bervariasi dengan tren yang sangat berfluktuatif. Kemudian menurut persepsi para pelaku usaha di Kabupaten Purbalingga, faktor tenaga kerja dan produktivitas memiliki bobot paling besar, kemudian berturut-turut diikuti oleh faktor ekonomi daerah, faktor infrastruktur fisik, faktor sosial politik dan yang terakhir adalah faktor kelembagaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa menurut persepsi para pelaku usaha di Kabupaten Purbalingga, keputusan untuk menanamkan modal di wilayah Kabupaten Purbalingga lebih dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yang memiliki bobot terbesar yaitu faktor tenaga kerja dan produktivitas serta faktor ekonomi daerah, di mana keduanya termasuk dalam kategori faktor ekonomi, sehingga menurut persepsi pelaku usaha di Kabupaten Purbalingga, faktor ekonomi lebih dominan dalam menentukan keputusan penanaman modal di wilayah Kabupaten Purbalingga.

This study discuss the investment attractiveness problems in Purbalingga District based on business perception. This study aims to analyze the per sector investment growth during 2004-2006 and to make a rating of factors that determines investment attractiveness in Purbalingga based on business perception in 2007. Descriptive analysis is used to describe the per sector investment growth during 2004-2006 and Analytical Hierarchy Process (AHP) is used to make a rating of factors that determines investment attractiveness based on business perception. Variables used in this study is adopted from a survey by KPPOD about investment attractiveness of Indonesian Districts/Municipalities in 2003. The result of the analysis shows that per sector investment growth during 2004-2006 is very fluctuate. Based on the business perception in Purbalingga, the most important factor that determine investment attractiveness is productivity and labor, and followed by local economic factor, physical infrastructure, social politics and institution. It also shows that based on business perception, decision to invest in Purbalingga regency is influenced more by two factors, that is productivity and labor factor and local economic factor, which both of them are economic factors, so that based on business perception in Purbalingga, decision to invest in Purbalingga regency is influenced more by economic factors than non economic factors.

Kata Kunci : Investasi,Pertumbuhan Ekonomi,investment attractiveness, business perception, Analytical Hierarchy Process (AHP)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.