Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah tahun 2003-2005
SADDARMANINGSIH, Kurniati, Prof.Dr. Iswardono S. Permono, MA
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, belanja publik APBD, kualitas sumber daya manusia dan bantuan beras bagi keluarga miskin (raskin) terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Wonogiri tahun 2003-2005, serta untuk menganalisis tipologi daerah dan ketimpangan ekonomi antar daerah di Kabupaten Wonogiri tahun 2003-2005. Variabel yang digunakan tingkat kemiskinan sebagai variabel terikat (dependent) dan PDRB per kapita, belanja publik APBD, sumber daya manusia dan bantuan beras bagi keluarga miskin (raskin) sebagai variabel bebas (independent). Jenis data menggunakan dana panel (pooling data) dengan kecamatan sebagai unit (cross section) dan tahun 2003-2005 sebagai waktu (time series). Alat analisis yang digunakan untuk analisis kuantitatif dengan memilih yang terbaik dari ketiga pendekatan: OLS (Ordinary Least Squares), FEM (Fixed Effect Model) dan REM (Random Effect Model), sedangkan analisis diskriptif dengan klasifikasi tipologi daerah dan indeks ketimpangan Williamson. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa variabel PDRB per kapita, kualitas sumber daya manusia, dan bantuan beras bagi keluarga miskin (raskin) berpengaruh secara signifikan negatif terhadap tingkat kemiskinan, artinya ketiga variabel tersebut apabila terjadi peningkatan maka akan menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Wonogiri selama tahun 2003-2005. Variabel belanja publik APBD tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Wonogiri selama tahun 2003-2005. Hasil analisis diskriptif berdasarkan tipologi daerah di Kabupaten Wonogiri terbagi menjadi empat klasifikasi yaitu cepat maju dan cepat tumbuh, berkembang cepat, maju tetapi tertekan dan relatif tertinggal. Indeks ketimpangan ekonomi di Kabupaten Wonogiri selama tahun 2003-2005 menunjukkan relatif merata. Saran yang diajukan sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Wonogiri sebagai berikut. Pertama perlunya peningkatan dan pemerataan PDRB per kapita dengan pendekatan dimensi spasial. Kedua peningkatan sumber daya manusia melalui peningkatan fasilitas pelayanan dan akses pendidikan. Ketiga perlunya pelaksanaan bantuan raskin lebih tepat sasaran.
This research aimed to analyze influence of economic growth, public expenditure in APBD, human resources quality and rice aid for the poor on poverty level in Wonogiri district in 2003-2005, and to analyze regional typology and economic lag among regions in Wonogiri district in 2003-2005. Variables used were poverty level as dependent variable and PDRB per capita, public expenditure in APBD, human resources and rice for the poor as independent variables. It used pooling data with subdistrict as cross section unit and time series data from 2003 to 2005. Analytical tools used for quantitative analysis were the best of three approaches: OLS (Ordinary Least Square), FEM (Fixed Effect Mode) and REM (Random Effect Model), while descriptive analysis used classification of local typology and Wiliamson’s lag index. Result of quantitative indicated that variables of PDRB per capita, human resources and rice for the poor have significantly negative effect on poverty level. It means that increase in both variables would decrease poverty level in Wonogiri district from 2003-to 2005. Variable of public expenditure of APBD did not influence poverty level in Wonogiri district for studied period. Result of descriptive analysis based on typology indicated that areas in Wonogiri district were divided into four classifications: fast develop and fast grow, fast develop, develop but pressured, and relatively left. Economic lag index in Wonogiri district for 2003-2005 is relatively even. Suggestion proposed as consideration in handling poverty in Wonogiri district as follows. First, public expenditure should be the importance of improvement and distribution PDRB per capita with the approach of spatial dimention. Second, increased to human resources through rising access service facility the education. Third, the importance on execution of aid rice for the poor on the right target.
Kata Kunci : kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, sumberdaya manusia, belanja publik APBD dan raskin, poverty, economic growth, human resource, public expenditure in APBD and rice aid for the poor