Laporkan Masalah

Dinamika modal sosial dalam pelaksanaan rekonstruksi rumah pasca gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

SURYANTORO, Tri, Dr. M. Baiquni, MA

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006 selain merusakkan segala macam infrastruktur dan perumahan warga juga telah merusakkan sendi-sendi bangunan hubungan sosial yang telah lama terpelihara. Walaupun pada tahap tanggap darurat banyak kearifan lokal yang muncul, tetapi muncul pula aksi-aksi moral hazard berupa aksi penjarahan aset-aset ekonomi seperti pasar-pasar dan toko-toko maupun harta benda rumah tangga yang ditinggalkan oleh penghuninya sewaktu mereka mengungsi dan menyelamatkan diri karena meluasnya isu tsunami. Kebijakan Pemerintah untuk melakukan rekonstruksi pasca gempabumi yang berbasis komunitas dengan strategi pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Kelompok Masyarakat (KSM-P) ternyata lebih memperuncing kecemburuan sosial (social distrust) serta menimbulkan konflik dalam masyarakat. Kepercayaan sosial (social trust) patut dipertanyakan eksistensinya dalam situasi ekspektansi warga yang sangat tinggi pasca gempabumi dan apakah benturan-benturan kepentingan warga secara horisontal maupun vertikal dapat menciptakan suatu kontrak sosial baru yang saling bersinergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bagaimana dinamika modal sosial pasca gempa bumi itu dibentuk dan diberi makna. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif, jenis penelitian eksplanatif, serta pendekatan penelitiannya menggunakan studi kasus intrisik. Unit analisisnya adalah Kelompok Masyarakat penerima dana rekonstruksi pasca gempa bumi di wilayah Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengumpulan data dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam serta dengan penelusuran dokumen tertulis. Pemilihan informan secara purposif dan dipilih dengan prinsip ”snowball”. Nilai-nilai pertukaran yang terjadi di dalam bentuk asosiasi yang bersifat temporer seperti KSMP serta dibentuk oleh interfensi pihak ketiga dengan dukungan dana yang cukup besar akan berjalan seperti transaksi jual beli (perdagangan) dan kecenderungan terjadi sifat-sifat ”rent seeking” diantara anggotanya. Ketersediaan jaminan sosial bersifat sementara dan tidak memiliki kekuatan daya dukung yang nyata. Dalam jaringan partisipasi warga yang begitu kompleks pasca gempa telah terbangun pola-pola hubungan yang cenderung fleksibel walaupun untuk menciptakan kelembaman itu harus melanggar, mengurangi atau menafikkan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sejak dahulu sudah membumi serta dengan membangun suatu kontrak sosial yang baru. Alasan kondisi ”darurat” dan alasan tuntutan tradisi budaya turut membangun suatu kontrak sosial yang berisi kesepakatan untuk melakukan penyimpangan secara bersama.

Earthquake Disaster in Regency Bantul, Province D.I. Yogyakarta is date of 27 May 2006 besides damaging all kinds of infrastructure and citizen housing have also damaged the joint of building of social relation which have looked after old. Although at the phase of the emergency a lot of local wisdom which emerge, but emerging also action of moral hazard in the form of economic asset foray action like market and shop and also good and chattel of domestic left by its dweller is their time evacuate and save because the wide-speading of issue tsunami. Governmental Policy to reconstruct the post earthquake being based on community with the strategy of society empowernment by Kelompok Masyarakat ( KSM-P) in the reality more sharpening social distrust and also generate the conflict in society. Social trust questioned its existencein in the very high expectancy.situation citizen of post earthquake and whether collision of citizen importance horizontally and also vertical can create a new social contract is which each other supporting. This research aim to perceive how social capital dynamics of that post earthquake is formed and given by the meaning. This research design use the research design qualitative, type of reseach explanative, and also its research approach use the intrinsic case study. Its analysis unit is “Kelompok Masyarakat” of found receiver reconstruct the post earthquake in region of Subdistrict Piyungan, regency Bantul, Province of Special Region Yogyakarta. Method of data collecting with the observation participate, indepth interview and also by document written. Informan election by pusposif and selected principally ‘snowball.” Norms of reciprocity that happened in association form having the character of transient like KSMP is and also formed by interfensi of third party with the big enough fund support will walk like sales transaction (commerce.) and tendency happened by the nature of " rent seeking" among its member. Availibility of tentative social security and have not the power of the energy support real. In network participate the citizen which complex so post earthquake have been develop;builded [by] a relation pattern which tend to flexible although to create that kelembaman have to impinge, lessening or menafikkan of values and social norm which is since ahead earth have and also by develop building a new social contract. Reason of condition " emergency" and reason of cultural tradition demand partake to develop;build a containing social contract of agreement to conduct the deviation together.

Kata Kunci : dinamika modal sosial, konflik, kepercayaan sosial, pemberdayaan masyarakat, jaminan sosial, social capital dynamics, conflict, social trust, social empowernment, social security


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.