Laporkan Masalah

Efektivitas organisasi DInas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen

SUSANTI, Hari, Prof.Dr. Warsito Utomo

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah, mengatur daerahnya sesuai kemampuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraannya. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sragen melakukan penataan organisasi perangkat daerah sehingga terjadi penggabungan Dinas Kehutanan Kabupaten Sragen dan Dinas Perkebunan Kabupaten Sragen menjadi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen. Penataan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi sehingga perangkat daerah dapat memberikan pelayanan pada masyarakat secara cepat dan tepat. Sehubungan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa efektivitas organisasi rendah dan faktor- faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen setelah penggabungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari wawancara dengan informan kunci, sedangkan data sekunder diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini indikator dari efektivitas organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen diketahui dari kemampuan menyesuaikan diri, produktivitas dan kepuasan kerja pegawai, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi adalah struktur organisasi, sumberdaya manusia, kepemimpinan serta teknologi dan informasi. Setelah melakukan penelitian dan analisis data ditemukan bahwa belum optimalnya efektivitas organisasi setelah penggabungan terlihat dari masih rendahnya kemampuan menyesuaikan diri, produktivitas program belum sesuai target , dan kepuasan kerja pegawai belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah (a) struktur organisasi, ma sih lemahnya koordinasi dengan pegawai yang bertugas dilapangan dan belum optimalnya penempatan staf; (b) sumberdaya manusia pegawai setelah penggabungan secara kuantitas telah mencukupi tetapi secara kwalitas perlu ditingkatkan lagi yaitu penguasaan bidang perkebunan khususnya bagi petugas yang ada di lapangan; (c) Sikap pemimpin kurang tegas dalam mengambil keputusan masalah dinas, kurang melibatkan staf dalam menyelesaikan masalah dinas; (d) belum cukup tersedianya komputer dan belum semua pegawai menguasainya menyebabkan kelambanan dalam pemberian pelayanan. Selain itu kurangnya kendaraan roda dua bagi pegawai yang bertugas di lapangan menyebabkan kurang efektifnya pelayanan pada masyarakat dan belum intensifnya informasi yang diterima masyarakat sehingga pelaksanaan kegiatan belum sesuai rencana dan masih rendahnya swadaya masyarakat dalam kegiatan konservasi. Adapun saran yang penulis ajukan untuk perbaikan efektivitas organisasi adalah perlu adanya komitmen dari pemimpin untuk meningkatkan efektivitas organisasi, untuk itu perlu peningkatan kwalitas sumberdaya manusia pegawai, perlu penataan kembali staf sehingga tidak ada lagi bagian yang kelebihan dan kekurangan staf. Pemberdayaan pihak swasta dan masyarakat untuk berpartisipasi menangani masalah kehutanan dan perkebunan perlu ditingkatkan. Kata kunci : efektivitas, organisasi, penggabungan

Regional autonomy give the regional government authority to organize them ability suitable for give community abaout service, until increase them prosperity. For those the Government Sragen Regency carry out sructuring regional equipment organization until happen of merging proces betwen Agency of Forestry Sragen Regency and Agency of Plantation Sragen Regency. Structuring purpose to increase effectiveness anf efficiency untul regency equipment can survice for community with quick and accurate service. Based on the background, this research purpose to know and to analyze why the effectiveness of organization after the merging proces does not optimal yet and to identity the faactors which influence the effectiveness of it after the meging proces. The method applied is the qualitative method and data collection are execute by inteview, observation and documentation. Primary data are obtained by interviewing competent informants, while secondary data are found out from documents and observations. This indicators used in this research to measure the effectiveness are adaptation, productivity and working satisfaction of apparatus, besides the factors which influence the effectivness are organization structure, human resource, leadership also technology and information. After doing the research and analyzing the data by the writer it was found that the causes of the lack of effectiveness optimality of organization after the marging proces are caused by lack organization adaptation, productivity such as untarget, working satisfaction of apparatus which is not optimal. The factors which influence the effectiveness are (a) interrelated with organization structure still weak coordination with field personal and staff placement is not optimally (b) human resource after the marging proces in quantity is enough but in quality need increasing that mastery of plantation especially for field personal (c) leader is not have firm attitude to take decision abaout of official (d) the quantity of computer is not enough and apparatus unmastery of computer technology cause indolence public survice. Beside motorcycles are less for field personal cause lack effectively publik of community and information is not intensive for community until realization is not agree with program ad less community self supporting on conservation program. The writer suggestions are recommended to agency are needcomitment from the leader for increase the organization effectiveness, for there necessary increasing quality of human resource, restructuring staff until sector is not low or surplus of staff . The increasing empowering form privat and community to handle problem of forestry and plantation.

Kata Kunci : Efektivitas Organisasi,Otonomi Daerah, effectiveness, organization, merging


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.