Laporkan Masalah

Program dana penguatan modal perikanan di Kabupaten Sleman :: Studi untuk merumuskan alternatif kelembagaan penyaluran dana penguatan modal

PURWANINGTYAS, Suryawati, Dr. Erwan Agus Purwanto

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya indikasi kegagalan dalam pelaksanaan Program Dana Penguatan Modal Perikanan tahun 2006 dengan sistem baru yaitu mekanisme pinjaman perbankan. Berdasarkan hal tersebut serta keberhasilan yang telah dicapai pada pelaksanaan program yang sama tahun 2002 sampai 2005, penelitian ini juga bermaksud memberikan alternatif model penyaluran dana penguatan modal. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif untuk mencoba mendiskripsikan masalah yang terjadi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diambil dari hasil wawancara mendalam (indept interview) terhadap 12 orang informan dan data sekunder berupa dokumen yang dapat memberikan informasi mengenai program dana penguatan modal perikanan yang diperoleh dari Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Dengan adanya perubahan mekanisme program dana penguatan modal perikanan ternyata menimbulkan indikasi kegagalan dalam pelaksanaannya ditandai dengan terlambatnya waktu penyaluran pinjaman kepada kelompok pembudidaya ikan. Keterlambatan tersebut diakibatkan karena Bidang Perikanan Kabupaten Sleman tidak menyetujui adanya tambahan agunan yang harus disediakan oleh kelompok pembudidaya ikan serta adanya kekhawatiran akan hilangnya salah satu tahapan penting dari program ini yaitu bagaimana membuat kelompok dapat dipercaya yang selama ini telah terbentuk melalui komunikasi yang intensif dan terus menerus. Sedangkan dari pihak bank pelaksana tetap meminta adanya tambahan agunan. Untuk menyelesaikan silang pendapat tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi DI. Yogyakarta mengadakan pembicaraan dengan bank pelaksana dan diperoleh kesepakatan bahwa berdasarkan keberhasilan yang telah dicapai pada pelaksanaan program sebelumnya maka untuk pelaksanaan di Sleman tidak ada tambahan jaminan. Selanjutnya berdasarkan keberhasilan yang telah dicapai pada pelaksanaan program yang sama tahun 2002-2005, serta melihat indikasi kegagalan pada pelaksanaan tahun 2006 penulis mencoba menawarkan sebuah alternatif kelembagaan penyaluran dana penguatan modal yang bernama Sentra Usaha. Sentra Usaha adalah kumpulan kelompok pembudidaya ikan dengan komoditas sejenis yang mempunyai kegiatan utama penyaluran dana penguatan modal. Mekanisme penyaluran dana tersebut didasark an atas grup solidaritas yang dibentuk oleh kelompok. Melalui grup solidaritas akan tercipta tekanan sosial kepada seluruh anggota kelompok sehingga mereka akan bertanggungjawab terhadap pengembalian dana penguatan modal. Dengan mekanisme ini diharapkan kelompok pembudidaya akan mengelola dan memanfaatkan dana penguatan modal yang telah diperoleh untuk kegiatan budidaya.

This research aim to explain cause factors the happening of failure indication in Dana Penguatan Modal Programme in year 2006 with new system that is banking loan mechanism. Pursuant to the mentioned and also efficacy which have been reached at the same programme implementation in year 2002 until 2005, this research also mean to give alternative model distribution capital of reinforcement fund. Research method used was qualitative method to try to describe resulting problems. Data used in this research were primary data, data collected from indepth interview with 12 informants and secondary data, documents giving information on the Dana Penguatan Modal Perikanan Programme from Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Regency. With the existence of change of the Dana Penguatan Modal Perikanan Programme really rising failure indication in its implementation is marked late of time distribution of loan to fish cultivation group. The late of time resulted because Bidang Perikanan Sleman Regency frown on the existence of collateral which must be provided by fish cultivation group and also the existence of care will the loss of one of th e important step from this programme that is how to make group can be trusted which during the time have been formed to through continuous and intensive communications. While from the bank remain to ask the existence of collateral. To finish to traverse the opinion, Dinas Perikanan dan Kelautan DI. Yogyakarta Province discussed with the bank and obtained by agreement that based to efficacy which have been reached at previous programme implementation hence for the implementation in Sleman there no collateral. Hereinafter pursuant to efficacy which have been reached at the same programme implementation in year 2002-2005, and also see failure indication in year implementation 2006 writer try to offer a alternative of institution of distribution of capital reinforcement fund so called Sentra Usaha. . Sentra Usaha is fish cultivation group corps with the sama commodity of a kind having especially activity of distribution of capital reinforcement fund. The mechanism distribution based to the self help group (SHG). Through SHG will be created by social pressure to all group member so that they accout for return of capital reinforcement fund. With this mechanism expected by cultivation group will manage and exploit of capital reinforcement fund which have been ob tained for the activity of conducting.

Kata Kunci : Pemberdayaan Petani,Bantuan Permodalan, Dana Penguatan Modal Programme, fish cutivation group, sentra usaha, self help group.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.