Laporkan Masalah

Model Partisipasi dalam Pengentasan Kemiskinan :: Studi Kasus Partisipasi Masyarakat dalam P2KP-3 di Desa Perawas Kabupaten Belitung

ASFIYANI, Laila, Dr. Erwan Agus Purwanto

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Strategi pembangunan yang berorientasi pada pembangunan manusia (people centred development) membutuhkan adanya keterlibatan dari masyarakat penerima program pembangunan. Karena dengan adanya partisipasi dari masyarakat penerima program, maka hasil pembangunan tersebut akan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Akan tetapi dalam kenyataan pada pelaksanaannya kebanyakan program terjebak dalam pendekatan partisipasi formal dimana direncanakan dan diarahkan oleh pihak luar. P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan) merupakan program yang berusaha menerapkan prinsip partisipasi dalam pelaksanaannya. Program ini menggunakan konsep pembangunan yang berbasis kepada pemberdayaan masyarakat, yaitu dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat miskin untuk terlibat langsung dalam memformulasikan serta merumuskan bentuk pembangunan yang bertumpu pada potensi dan kemampuan yang dimiliki masyarakat setempat, tanpa campur tangan pemerintah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mencari jawaban atas permasalahan tentang bagaimana partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan) di Desa Perawas Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat tersebut. Berdasarkan telaah literatur dan pertimbangan empiris, penelitian ini memusatkan pada tiga variabel yaitu komunikasi, peran organisasi lokal dan sikap kelompok sasaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam , observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Desa Perawas rendah. Kebanyakan mereka hanya terlibat dalam tahap pelaksanaan program. Partisipasi masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu komunikasi, peran BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), serta sikap kelompok sasaran. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan P2KP di Desa Perawas, saran yang diberikan adalah meningkatkan kesempatan kepada masyrakat miskin untuk terlibat dalam forum-forum yang ada, meningkatkan komunikasi antar stakeholders, dan penguatan kelembagaan BKM Maju Bersama.

The development strategy which is oriented on the people centered development requirest involvement of the community as recipient of the development program. Since with the program recipient’s participation, then the outcome of the development would fit to the aspiration and needs of the community. Unfortunately, at the implementation, the most programs have always been trapped into the largely formal participation approach in which any design and process are much more planned and directed by the outsiders. P2KP (Urban Poverty Programme) is a programme which attemps to apply the principles of participation in its implementation. This programme uses a concept which based on community empowerment by invite all stakeholders, especially poor community to be involved in formulation of development model which rest on the potential and capability of community in planning, implementation and controlling process, without government intervention. The aim of this research is to find out community participation in planning, implementation, and control of P2KP in Desa Perawas Tanjungpandan Belitung. This research also aims to know the influencing factors of the community participation. Based on literature review and empirical consideration, this researh focuses on three variables as communication, the role of local organization, and targetted group response. This research uses qualitative method. The data collection is conducted by deep interview, observation, and documentation. It can be concluded from the research that community participation in Perawas Village is low. Most of their involvement activities is still in the programme implementation process only. The results of the research indicate that communication, the role of local organization (BKM), and targetted group response affect the community participation. To improve community participation of P2KP in Desa Perawas, this research recommends to increase the opportunities for the poor community to participate in forums, communication between stakeholders, and capacity building of BKM Maju Bersama.

Kata Kunci : Kemiskinan Perkotaan,Pemberdayaan Masyarakat,Partisipasi, Urban Poverty Programme, Community Participation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.