Kajian pengelolaan sedimen aliran debris di Kali Gendol Cangkringan Sleman Yogyakarta
WUSONO, Agus, Dr.Ir. Istiarto, M.Eng
2007 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Bencana AlamGunung Merapi merupakan gunung yang aktif dan sering menimbulkan letusan, aliran lavanya sangat berbahaya bagi penduduk yang mendiami kawasan di seputar lerengnya, setiap letusannya mengeluarkan berjuta-juta m3 berupa lava, awan panas, debu, pasir maupun material yang lebih besar, lontaran material yang sangat panas sering melimpas ke arah pemukiman penduduk dampaknya sangat merugikan, baik jiwa maupun harta benda. Pasca letusan terjadi suatu timbunan piroklastik di seputar lereng gunung, daerah lembah maupun pada alur sungai. Apabila terjadi akumulasi antara timbunan piroklastik dan air hujan maka dapat menimbulkan longsoran atau erosi pada daerah tersebut dan mengakibatkan aliran debris yang sangat besar. Kali Gendol adalah merupakan salah satu sungai yang sumbernya dari Gunung Merapi dan di mungkinkan akan menerima aliran debris dari sumber sedimen yang ada di gunung tersebut. Penelitian ini mengkaji besarnya sedimen yang luruh dalam satu tahun pada tahun 2006 dan di mungkinkan akan melimpas pada daerah endapan. Data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara tentang kejadian letusan, penambangan maupun gambar foto profil Kali Gendol, sedangkan data sekunder yang dianalisa berupa data profil Kali Gendol hasil pembacaan dari digitasi peta rupa bumi dan timbunan piroklastik saat ini yang didapat dari wawancara dan kliping surat kabar kompas tanggal 6 desember 2006 juga dari internet, data hidrologi/curah hujan dan data hasil penambangan. Dari hasil analisa besarnya sedimen yang luruh adalah sebesar 1.563.283 m3dalam satu tahun sedangkan kapasitas bangunan penahan sedimen adalah 2.800.000 m3, dan sedimen yang ditambang adalah sebesar 704.450 m3/tahun dan penambangan sedimen maksimum yang diizinkan adalah sebesar 2.229.294 m3. Dari hasil tersebut, maka sedimen yang ada di Kali Gendol apabila ditambang dalam 1 tahun masih tersisa sebesar 858.833 m3.
Mount Merapi is the active mount and often emerges eruption. Its lava stream is very dangerous for resident whose live on this inhabiting area arround the slope of the mountain. Every eruption releases millions metercubic of lava, surger, dust, sand, and also the larger ones. The hot sprayed out material usually fall on resident’s settlement that caused detriment of material and immaterial. After the eruption, piroclastick hoard surrounded the slope of mountain, hill, and also the river path. When the accumulation of piroclastick hoard and rain water occured, caused soil erosion or landslide on this area and also large debris flown. Kali Gendol is one of the rivers which it’s resource from Mount Merapi and will possibly receive the debris flown from the sediment source which located on it. This research studied the sediment level which descend in one year on 2006 and possibly fall on to sediment area. The primary data got from interviews about the eruption, mining and profile picture of Kali Gendol. Whereas secondary data got from the result of Kali Gendol profile data analyzed that configured on digitation of topography map and piroclastick hoard at present got from interviews and December 6th 2006 Kompas daily newspaper, internet, hidrology data, and mining result data. From this analyzed result, the level of descend sediment is 1.563.238 metercubic each year. Whereas the capacity of the sediment holder building is 2.800.000 metercubic. The mined sediment is 704.450 metercubic each year and the maximum sediment mining that allowed is 2.229.294 meter cubic. Acording to this result, if the sediment in Kali Gendol is mined in one year, its still left about 858.833 metercubic.
Kata Kunci : Aliran Debris,Pengelolaan Sedimen,management of sediment, debris flow, Kali Gendol