Kajian hidrologi dan hidraulika Banjir Sungai Code Kota Yogyakarta Tanggal 23 Februari 2005
WIDIYANTO, Cipto, Ir. Joko Sujono, M.Eng.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Bencana AlamPermasalahan banjir akan timbul apabila kapasitas alur sungai tidak mampu untuk melewatkan debit sehingga menyebabkan luapan dan menimbulkan masalah bagi masyarakat permukiman di sekitar sungai. Musim hujan tahun 2005 tepatnya pada tanggal 23 Februari 2005 terjadi banjir besar di Sungai Code. Banjir serupa pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1984. Dampak yang diakibatkan oleh banjir tahun 2005 relatif kecil dibandingkan dengan kejadian tahun 1984 karena telah dilakukan perbaikan alur sungai seperti pembuatan tanggul dan perkuatan tebing di beberapa ruas sungai. Untuk itu perlu kiranya dikaji seberapa besar banjir yang terjadi pada tanggal 23 Februari 2005 serta kemampuan alur Sungai Code untuk mengalirkan debit banjir. Kajian hidrologi dilakukan untuk mengetahui besaran kala ulang debit banjir tanggal 23 Februari 2005 menggunakan program analisis frekuensi. Kajian hidraulika dilakukan untuk mengetahui besarnya debit saat banjir terjadi menggunakan software HEC-RAS Versi 3.1.2, disamping untuk mengetahui kapasitas tampang sungainya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa maksimum debit di hulu sebesar 130 m3/s (Q85) dan 119,9 m3/s (Q70) di bagian hilir. Jika dibandingkan terhadap perhitungan kapasitas tampang (bankfull discharge) ruas sungai kajian sebesar 120 m3/s, ini berarti bahwa alur masih mampu mengalirkan debit banjir yang terjadi saat itu. Usaha pengelolaan banjir yang disarankan didasarkan pada hasil simulasi aliran menunjukkan adanya daerah-daerah rawan limpasan banjir terutama, Kampung Surokarsan dan Prawirodirjan di sekitar Bendung Mergangsan, ruas sungai antara Jembatan Jagalan s/d Jembatan Tungkak serta sebelah hulu dan hilir Jembatan Karangkajen. Usaha tersebut meliputi pemeliharaan bangunan sungai, pengaturan bangunan di bantaran sungai, pengaturan tata guna lahan dengan memperhatikan tingkat resapan air serta masalah kesadaran masyarakat sekitar sungai dalam hal membuang sampah.
Flood problems will arise if channel was unable to flow a quantity of discharge so that cause overtoping and bring about many problems for the inhabitants along the river. When the rainy season on 23rd February 2005, was happened a big flood in Code River. Flood with the same quantity has happened before, in 1984. The impact of flood in 2005 less than the impact of flood in 1984 because after year 1984 has been done river improvement like build a dike and bank protection at some river path. Due to this reason, it is important to study quantity of flood which happened on 23rd February 2005 and its bankfull discharge. Hydrology study was done to know return period of flood on 23rd February 2005 using frequency analysis. Hydraulics study was done to know quantity of flood discharge along the river which causing flood and bankfull discharge of Code River using HEC-RAS software Version 3.1.2. Simulation result indicates that maximum discharge at upstream of Code river (Pogung river station) is 130 m3/s ( Q85) and at downstream of river (Karangkajen bridge) is 119,9 m3/s ( Q70). Compared with bankfull discharge calculation as 120 m3/s, showing that channel can flow that quantity of flood discharge. Based on simulation result with input hydrograph on 23rd Februari 2005, it can be found that Kampong Surokarsan and Prawirodirjan around Mergangsan Dam, area from Jagalan Bridge to Tungkak Bridge and area around Karangkajen Bridge are flood area. Flood management efforts are maintenance of hydraulic structure, governing of building in river side, governing arranges land use by paying attention to level of water infiltration and awareness problem of public around river in case of throwing away raffle.
Kata Kunci : Hidrologi dan Hidraulika,Bencana Banjir,Sungai Code, Flood, bankfull discharge, flood management.