Pengendalian banjir Batang Kandis Kota Padang
DHAMAYANTI, Eka, Ir. Joko Sujono, M.Eng.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Bencana AlamSungai Batang Kandis yang melintasi bagian utara Kota Padang hampir setiap tahun meluap dan menimbulkan banjir. Selain disebabkan oleh faktor alami, banjir juga diduga disebabkan oleh perubahan tata guna lahan pada DAS Batang Kandis yang luasnya mencakup 87,740 km2. Pengendalian banjir Batang Kandis baru difokuskan pada alur sungai dan belum menyentuh pengelolaan DAS secara menyeluruh dan terpadu. Pengendalian banjir yang telah direncanakan adalah membangun tanggul sepanjang 3,18 km di sungai Batang Kandis, 4,15 km di sungai Batang Kasang dan membuat muara baru melalui floodway sepanjang 550 m. Evaluasi perubahan tata guna lahan di DAS Batang Kandis dilakukan dengan membandingkan kondisi tata guna lahan tahun 1985, tahun 2004 dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang (RTRW) tahun 2013. Kajian profil muka air sepanjang sungai Batang Kandis menggunakan software HEC-RAS. Hasil perhitungan debit puncak Metode Rasional pada kondisi tata guna lahan yang berbeda digunakan untuk input data software HEC-RAS sebagai batas hulu dan batas hilirnya menggunakan hidrograf pasang surut. Simulasi dilakukan pada kondisi alur sungai existing dan dengan desain sesuai rencana pengendalian banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan debit puncak sebesar 11,28% akibat perubahan kondisi tata guna lahan dari tahun 1985 menjadi kondisi lahan tahun 2004 dan 36,92% bila kondisi tata guna lahan direalisasikan sesuai RTRW Kota Padang tahun 2013. Hasil evaluasi elevasi muka air menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan dari tahun 2004 menjadi kondisi lahan tahun 2013 menyebabkan kenaikan elevasi muka air sebesar 10%-22% pada kondisi alur sungai dengan desain pengendalian banjir. Bangunan pengendali banjir yang direncanakan dapat menurunkan elevasi muka air sebesar 25%-39%.
Batang Kandis River which passing through northern part of Padang City, have experienced floods almost every year. Besides due to natural factor, flood also presumed caused by landuse change in Batang Kandis watershed which covered 87,740 km2. The flood controls just focused on river channel and not yet comprise a comprehensive and integrated watershed management. Flood control which have been planned is to build 3.18 km dike in Batang Kandis River and another 4.15 km dike in Batang Kasang River, and build a new estuary through 550 m floodway. The evaluation of land use change in Batang Kandis watershed was done by comparing landuse condition in 1985, 2004 and General Planning of Padang City Spatial Arrangment (RTRW) 2013. Evaluation of water surface along Batang Kandis River was using HEC-RAS software. The peak flow discharge calculated with the rational method was used for input data of HEC-RAS Software as upstream boundary condition and the downstream boundary was using tidal hidrograph. Simulation conducted at existing river condition and with control design. Result of the research shows that there was an increasing peak discharge of 11,28% due to the change of landuse in 1985 to the condition in 2004 and about 36,92% if landuse condition be realized according to General Planning of Padang City Spatial Arrangment 2013. Evaluation result for water surface level shows that the change of landuse in 2004 condition become condition of landuse in 2013 causing the rise of water surface level up to 10%-22,30%. With flood control structure, it is decrease water surface level up to 25%-39%.
Kata Kunci : Bencana Banjir,Pengendalian, Landuse, peak discharge, level of water surface