Perancangan Sistem Informasi Geografis deteksi status gizi wilayah :: Studi kasus di Kabupaten Lombok Barat Propinsi NTB
MURAD, Dr.Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng
2007 | Tesis | S2 Teknik PertanianPenelitian bertujuan untuk mengkaji kriteria status gizi suatu wilayah dengan mendesain sistem informasi geografis sebagai alat bantu (tools) yang dapat memvisualisasikan dan mensimulasikan kriteria status gizi di wilayah NTB khususnya kabupaten Lombok Barat. Visualisasi ini menggambarkan kondisi status gizi di suatu wilayah. Ada 9 variabel yang dijadikan sebagai parameter penelitian. Variabelvariabel tersebut adalah : (1) Pola makan atau asupan gizi; (2) Penyakit infeksi; (3) Persediaan atau ketahanan pangan keluarga; (4) Pola asuh dan perawatan anak; (5) Sanitasi lingkungan dan air bersih; (6) Kemiskinan; (7) Pendidikan ibu/pengasuh; (8) Pengetahuan ibu; dan (9) Akses terhadap sarana pelayanan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi, dan uji validasi model persamaan status gizi wilayah dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot yang paling dominan mempengaruhi status gizi adalah penyakit infeksi sebesar 35,2 %, pola makan atau asupan gizi sebesar 28,2 % dan kemiskinan 11,1 %, sedangkan variabel yang lain dengan bobot di bawah 10 %. Hasil analisis dengan uji t antara pengukuran status gizi secara langsung (antropometri) dengan model status gizi yang dikembangkan menunjukkan bahwa status gizi hasil prediksi model tidak berbeda nyata dengan status gizi hasil pengukuran langsung (antropometri). Hasil perancangan program Sistem Informasi Geografis Deteksi Status Gizi Wilayah ini dapat mensimulasikan dan menvisualisasikan kriteria status gizi suatu wilayah ditampilkan dalam bentuk database dan peta. Kriteria status gizi ditunjukkan dengan warna pada peta digital berdasarkan poligon, baik poligon desa maupun poligon kecamatan. Dimana warna merah menunjukkan status gizi buruk, warna kuning gizi kurang, warna hijau gizi baik, dan warna coklat gizi lebih.
The aims of these research to criteria of a regional nutrition status had designed geographical information system as tools be able to visualize and simulation criteria of nutrition status in region of NTB especially West Lombok Regency. This visualization describes the condition of nutrition status in that regional. There was nine variables had taken as research parameter. There were: (1) Eat consumption or nutrition gift; (2) Infection disease; (3) Supplier or family food resilience; (4) Pattern educate and treatment of child; (5) Environmental Sanitation and cleaned water; (6) Poorness; (7) Education of mother / nursemaid; (8) Knowledge of mother; and (9) Access to medium health service. Collected data conducted by used questioner. A statistical method used to regression analysis, and validation test equation model of regional nutrition status with t-test. The result of research indicate most dominant weight be influencing nutrition status is infection disease for about 35,2 %, Eat consumption or nutrition gift for about 28,2 % and poorness 11,1 %, while the other variable with weight at least 10 %. The result of the analysis with t-test between measurement of nutrition status directly (anthropometrical) with model of nutrition status developed which indicate that was the estimate non significant with nutrition status result of direct measurement (anthropometrical). The result of program design Geographical Information System to Detect a Regional Nutrition Status could stimulate and visualize it showed with database and map form. The nutrition status criteria showed with colour of digital map based on polygon, as well as village polygon or district polygon. In which the red colour is showed by malnutrition status, the yellow is less nutrition, the green is good nutrition and brown is over nutrition.
Kata Kunci : Status Gizi,Gizi Buruk,Sistem Informasi Geografis, Geographical Information System, Nutrition Status, and Malnutrition.