Analisis ketersediaan air untuk irigasi :: Studi kasus daerah irigasi Laeya Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara
MIDI, La Ode, Prof.Dr.Ir. Putu Sudira, M.Sc
2007 | Tesis | S2 Teknik PertanianPenelitian dilaksanakan di daerah irigasi Laeya Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan sumber air irigasi DAS Laeya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengaplikasikan model hidrologi untuk memprediksi ketersediaan air; (2) menentukan rencana tata tanam yang meliputi: pola tanam, jadwal tanam, dan luas tanam yang didasarkan pada hasil analisis ketersediaan air. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik. Model hidrologi yang digunakan untuk memprediksi ketersediaan air adalah model hujan-aliran yang merupakan kombinasi antara model Mock dan Tangki. Optimasi dilakukan terhadap enam parameter model yang terdiri dari: konstanta aliran antara (A1), konstanta aliran dasar (A2), konstanta rosotan aliran antara (B1), konstanta rosotan aliran dasar (B2), tinggi tampungan awal di tangki 2 (HoT2), dan tinggi tampungan awal di tangki 2 (HoT2) dengan cara coba-coba by (trial and error). Parameter hasil optimasi dikalibrasi sampai keluaran model (debit prediksi) tidak berbeda dengan debit observasi atau model telah dinyatakan layak yang diuji validasi dengan kriteria grafis dan statistik. Selanjutnya menentukan pola tanam, jadwal tanam, dan areal tanam yang didasarkan pada ketersediaan air di sungai dan kebutuhan air di bendung sampai neraca air yang diperoleh bernilai positif (aman). Diantara enam parameter hasil optimasi, setelah dianalisis sensitivitas (sensitivity analysis) didapatkan bahwa parameter konstanta rosotan aliran dasar (B2) tergolong parameter yang paling sensitif sedangkan parameter tinggi tampungan awal tangki 2 (HoT2) tergolong parameter yang kurang sensitif. Selanjutnya ketersediaan air yang diperoleh digunakan untuk menentukan pola tanam, jadwal tanam, dan luas areal tanam. Pola tanam dan jadwal tanam yang menghasilkan luas areal tanam optimal, adalah pola tanam secara golongan dengan jadwal tanam alternatif 1, yakni untuk musim tanam (MT) I 1 Desember dengan total luas sawah yang dapat ditanami 954,2 ha atau intensitas tanam 99,09%, sedangkan untuk MT II dengan jadwal tanam 16 Desember, total luas luas areal tanam 539,28 ha atau intensitas tanam 54%, sehingga total luas areal tanam menjadi 1493,48 ha atau intensitas tanam 153,09% dalam setahun.
The study was conducted at Laeya Watershed, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The objectives of this study were : (1) to apply the hydrological model for prediction of water availability, and (2) to determine the crop plant schedule including ; cropping pattern, planting schedule of crop plant, and planting area based on water availability analysis. Descriptive analysis was used as a method in this study. Rainfall runoff model which known as combination of Mock and Tank Model, was used to predict the availability of water. Through a trial by error, the optimization of parameters was obtained for six model parameters, namely : interflow constant (A1), base flow constant (A2), interflow recession constant (B1), base flow recession constant (B2), initial water level in Tank-1 (HoT1), and initial water level in Tank-2 (HoT2). The parameter were calibrated by comparing the observed of water yield and the predicted done using statistical and graphical procedure. Cropping pattern, planting schedule, and plantation area were determined based on water availability of the river and water requirement od the dam until positive values of water balance were obtained. Sensitivity analysis indicated that flow recession constant (B2) was the more sensitive parameter than the others. In contrast, the initial water level in Tank-2 (HoT2) was the least sensitive parameter. Furthermore, the water availability information gathered from this observation was used in determining the cropping pattern, planting schedule, and planting area. Both cropping pattern and planting schedule that yielded the optimal planting area was the first schedule of cropping alternative, i.e. the first plantation season at 1 December having the total area plantation covered 954.2 ha or the intensity of plantation 99.09 % of the paddy rice. The second schedule of cropping alternative was, namely the second plantation season with the commencing of the cropping schedule at 16 December in which 539.28 ha or the intensity of plantation 54,00 % of the paddy rice may be sown. So, the total area plantation to be 1493,48 ha or the intensity of plantation 153,08% in a single year.
Kata Kunci : Irigasi Pertanian,Ketersediaan Air, Hydrological model, water availability, rainfall-runoff, irrigation, water requirement