Landslide risk assessment at Piyungan-Patuk Area, Yogyakarta Special Province, Indonesia
SOPHEAP, Leang, Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik GeologiDaerah Piyungan — Patuk merupakan daerah yang berpotensi memiliki gerakan tanah, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya seperti morfologi yang curam, struktur geologi, litologi, hidrogeologi, dan bekas kejadian gerakan tanah yang terjadi di masa lampau. Gempa Bumi di Daerah Bantu] yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 lalu, mengakibatkan terjadinya lebih dari 150 gerakan tanah dengan berbagai dimensi dan mekanisme. Disaat yang sama di daerah tersebut akan dibangun terowongan untuk mengatasi permasalahan transportasi. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk membuat peta mengenai bahaya gerakan tanah dan membicarakan mengenai dampak potensial gerakan tanah di daerah tersebut. Data-data yang akan digunakan untuk pembuatan peta gerakan tanah diambil dan beberapa sumber yang berbeda seperti peta topografi dan peta geologi. Semua data tersebut kemudian dirubah dalam bentuk data GIS, yang akan memunculkan masing-masing data spasial. Lokasi dari gerakan tanah tersebut didapat dari data satelit dan hasil survei lapangan. Berdasarkan dari kepentingannya, masing-masing data tersebut dibagi menjadi beberapa kelas dengan bobot mulai dan 0 sampai dengan 1. Semua data-data kerentanan dan bahaya dikalkulasikan dalam bentuk indeks, yang akan menggabungkan beberapa skor data menjadi sebuah peta yang memiliki beberapa aturan mendasar. Dengan mengklasifikasi Wang nilai indeks bahaya dan kerentanan, kita dapat membuat peta zona-zona kerentanan dan bahaya yang dibagi menjadi sangat tinggi, tinggi, menengah, rendah, dan sangat rendah. Setelah itu kita dapat memverifikasi peta tersebut dengan lokasi gerakan tanah dan data lapangan. Metode Statistika gerakan tanah akan mempengaruhi prediksi yang akan terjadi kemudian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daerah yang memiliki bahaya dan resiko tinggi terhadap gerakan tanah adalah daerah yang memiliki lereng curam. Penelitian ini akan memberikan manfaat dan sebagai bahan rekomendasi untuk pengaturan tata guna lahan di daerah tersebut, dan mengidentifikasi daerah yang memiliki kerentanan tinggi untuk keperluan mitigasi.
Piyungan-Patuk area is considered as the vulnerable location of landslide occurrence due to several significant factors such as steep morphology, structural geology, lithology, hydrology, and old landslide traces. In addition, more than hundred and fifty events of landslides occurred with various dimensions and mechanism in response to Bantul earthquake on May 27, 2006. Meanwhile, one tunnel alignment was proposed in this area to solve the transportation problems. By addressing such a problem, this research aims at generating the landslide risk map and discussing the potential impact of landslide occurrences in this area. Data layers used for the preparation of landslide risk map were obtained from different sources such as topographic and geologic maps. All the above data layers were converted to raster format in the GIS, each representing an independent variable of a constructed spatial database. Landslide’s locations were identified from satellite image and field survey. According to their relative importance, the various classes of different data layers were assigned weights between 0 and 1. The overall susceptibility and risk were calculated as Index, expressing the combination of the different weighted layers into a single map using a certain combination rule. By Reclassifying the susceptibility and risk index value, the susceptibility, and risk zones namely very high, high, moderate, low and very low can be drawn. The statistical landslide impact prediction was conducted afterward. Landslide susceptibility and risk analysis was verified with the landslide location and field observation. The results reveal that the high risk and hazard zones were located along the steep slope showing the coincidence with the landslides locations. This research outcome will beneficially provide the recommendation for appropriate landuse management in the landslide prone area as well as identification the most potentially susceptible area for landslide mitigation.
Kata Kunci : Hidrogeologi,Peta Kerentanan Gerakan Tanah,Tata Guna Lahan, landslide susceptibility map, landslide risk map, landslide impact prediction.