Laporkan Masalah

Perencanaan pemeliharaan unit pembangkit dengan menggunakan metode Levelized Risk :: Studi kasus di PT PLN (Persero) wilayah Sulselrabar

WICAKSONO, Didik, Ir. Tumiran, M.Eng.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Teknik Elektro (Magister Sistem Energi Elektrik

Perencanaan pemeliharaan pembangkit merupakan sub-bagian penting dalam perencanaan operasi sistem tenaga listrik. Perencanaan pemeliharaan dengan metode levelized risk bertujuan untuk memperbaiki keandalan operasi sistem tenaga listrik dan disamping itu juga guna menghasilkan perencanaan pemeliharaan yang lebih optimal serta feasible dengan memperhitungkan berbagai parameter yang mempengaruhi operasi sistem tenaga listrik. Prosedur perhitungan yang harus dilakukan untuk melaksanakan penjadwalan dengan prinsip-prinsip dasar dari metode levelized risk adalah menghitung tabel probabilitas keluaran kapasitas sistem, menentukan koefisien karakteristik sistem sesuai dengan data dalam tabel keluaran, menghitung effective load carrying capability unit pembangkit yang dipelihara dan menghitung beban ekuivalen masing-masing periode dalam suatu rentang waktu pemeliharaan. Selanjutnya dilakukan penjadwalan pemeliharaan dengan menggunakan metode heuristik, yaitu beban ekuivalen plus effective load carrying capability pada tiap periode dalam suatu waktu harus kurang lebih sama. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan perencanaan pemeliharaan yang menggunakan metode levelized risk, keandalan sistem tenaga listrik dapat ditingkatkan dan itu terlihat pada turunnya nilai LOLP (loss of load probability).

A maintenance planning for a set of generating units is essential in a reliable power system operation. The maintenance planning which is based on a levelized risk method is to increase the reliability and economic benefits of any power systems. This method takes in to account some parameters such as forced outage rate, daily maximum load, and the total capacity of the generators. The procedures to implement the levelized risk method start with an analysis of the system’s capacity outage table, then the calculation of the system’s characteristic coefficient, the finding of the effective load carrying capability, and finally the equivalent load. The objective in the scheduling scheme is that the equivalent load plus the effective load carrying capability in each periods in the time under study should be more or less equal. The results of the experiment suggest that the maintenance planning with the levelized risk method can improve the reliability of the power systems as indicated by the decreasing of LOLP (loss of load probability) value.

Kata Kunci : Pembangkit Listrik,Perencanaan Pemeliharaan,Levelized Risk, Planning, maintenance, generating units, levelized risk, and loss of load probability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.