Laporkan Masalah

Analisis stabilitas tegangan sistem distribusi :: Studi kasus PLN Tanjung Pandan

SITORUS, Nimrod Gordon, Dr.Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA

2007 | Tesis | S2 Teknik Elektro (Magister Sistem Energi Elektrik

Penyaluran tenaga listrik dalam jarak yang jauh pada sistem distribusi 20 kV menghadapi persoalan stabilitas tegangan. Stabilitas tegangan diperlukan agar tegangan pada setiap bagian dalam sistem masih dalam batas toleransi walaupun ada penambahan beban. Stabilitas tegangan dapat diperbaiki dengan kompensasi daya reaktif untuk mengurangi aliran daya reaktif pada saluran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar kompensasi daya reaktif yang diperlukan agar tegangan masih dalam batas minimum yang diperkenankan dan pengaruh kompensasi daya reaktif terhadap sensitivitas stabilitas tegangan serta profil tegangan pada sistem tenaga listrik PLN Tanjung Pandan. Penelitian terhadap kompensasi daya reaktif, sensitivitas stabilitas dan profil tegangan dilakukan dengan cara melakukan analisis aliran daya. Dengan berbantukan software Edsa dilakukan simulasi sistem tenaga listrik PLN Tanjung Pandan untuk memperoleh kurva P-V dan V-Q. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap kurva-kurva tersebut. Dari analisa kurva P-V bus Padang diketahui bahwa jika dilakukan operasi radial dari bus Pilang tanpa kompensasi daya reaktif pada bus Padang maka saat beban puncak sebesar 13,775 MW tegangan bus Padang turun hingga 16,61 kV dengan sensitivitas 0,73 kV/MW. Setelah pemasangan kapasitor shunt sebesar 720 kVAR pada bus Padang, sensitivitas tegangan pada saat beban puncak turun menjadi 0,59 kV/MW dan memperbaiki tegangan pada bus Padang menjadi 18 kV. Sensitivitas yang lebih rendah ini menunjukkan bahwa pertambahan beban mengakibatkan penurunan tegangan yang lebih kecil pada saluran yang menghubungkan kedua bus sehingga performan tegangan bus Padang menjadi lebih baik.

Delivery of electric power in long distance on 20 kV distribution system faced problem of voltage stability. Voltage stability is needed in order to obtain voltage within measure tolerance in each part of system although there is load addition. Voltage stability improved with reactive power compensation to lessen reactive power flow at the network. The research aimed to get the amount of reactive power compensation that was needed in order to the voltage within measure the minimum allowed and know reactive power compensation impact to sensitivity of voltage stability and also the voltage profile on electric power system in PLN Tanjung Pandan. The research to reactive power compensation, sensitivity of voltage stability and voltage profile have been conducted by doing power flow analysis using EDSA software. Simulation to electric power system PLN Tanjung Pandan have been done to obtain PV and QV curve, hereinafter conducted analysis to the curve. From PV curve analysis known that if power system operated by radial from bus Pilang without reactive power compensation at Padang bus hence moment of peak load equal to 13.775 MW Padang bus voltage descend till 16.61 kV by sensitivity 0.73 kV/MW. After given compensation equal to 720 kvar at Padang bus sensitivity improved to become 0.59 kV/MW and the voltage of Padang bus become better that was equal to 18 kV. This lower sensitivity indicated that burden accretion result smaller voltage degradation so that voltage performance of Padang bus become better.

Kata Kunci : Tenaga Listrik,Sistem Distribusi,Stabilitas Tegangan, Voltage Stability, Reactive Power Compensation, Sensitivity of Voltage Stability, Voltage Profile


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.