Dinamika pemanfaatan ruang pedestrian sebagai sarana publik pada penggal Jalan Pemuda Kota Klaten
WICAKSANA, Yohanes Arditya Samudra Wahyu, Dr.Ir. Arya Ronald
2007 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)Perkembangan fisik yang tumbuh menjadi suatu lingkungan yang padat serta meningkatnya konsentrasi kegiatan di dalam kawasan, telah membawa dampak pada kualitas fungsi ruang publik dalam hal ini pedestrian sebagai jalur lalu lintas pejalan kaki.. Penyediaan ruang publik di kawasan pusat kota sangat sulit seperti pedestrian di Jalan Pemuda Kota Klaten. Pedestrian selain sebagai jalur pejalan kaki, juga difungsikan sebagai tempat kegiatan ekonomi dan parkir. Pada umumnya kecepatan dan kenyamanan pejalan kaki banyak dipengaruhi oleh lebar jalan, jumlah pejalan kaki, dan juga suasana disekitarnya. Salah satu asosiasi peneliti transportasi perkotaan, orang berjalan kaki membutuhkan lebar minimal 75 cm/orang,dan jarak rata-rata yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki adalah 300-400m, akan tetapi hal itu juga dapat tergantung pada tujuan dan umur dari pejalan kaki tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan behavior mapping dimana dilakukan kajian perilaku terhadap seting, yang bertujuan untuk dapat menggambarkan perilaku ke dalam peta dengan mengidentifikasi jenis dan frekwensi perilaku, serta melihat keterkaitan dengan wujud perancangan yang spesifik. Teknik pemetaan perilaku ini dilakukan dengan teknik Place centered mapp.Teknik ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sekelompok pelaku kegiatan memanfaatkan dan mengakomodasikan perilakunya dalam suatu waktu dan tempat atau lokasi tertentu. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Daerah Tingkat II Klaten yang secara geografis memiliki posisi yang strategis karena berada pada jalur yang menghubungkan kota Yogyakarta dan Surakarta yang dapat mengakses kota Boyolali dan Sukoharjo. Adapun lokus penelitian adalah penggal Jalan Pemuda Kota Klaten. Dari pengamatan yang dilakukan terhadap ruang publik jalur pedestrian di penggal jalan Pemuda Kota Klaten, terlihat beberapa fenomena yang menunjukkan adanya keterkitan antara aktivitas yang terjadi di jalur pedestrian dengan lingkungan pertokoan yang ada dibelakangnya. Terdapat beberapa aspek yang membentuk karakter kegiatan di Jalur Pedestrian, diantaranya adalah aspek fisik dan aspek waktu. Salah satu dari aspek fisik, terdapat faktor pemanfaatan lahan di sekitar jalur pedestrian, maka dapat disimpulkan bahwa jalur pedestrian kota perlu dilihat sebagai elemen kota yang sangat diperlukan keberadaannya dalam membentuk sebuah ruang terbuka linier, selain itu jalur pedestrian juga berfungsi sebagai pengikat massa bangunan yang berada di lingkungannya.
Physical development which grow to a dense environment and the increasing of activity concentration in an area, have brought an impact to the quality of the function of public space, in this case, the pedestrian. Providing pedestrian path in city is very difficult, as to provide one in Jalan Pemuda, Klaten City. There pedestrian is also used as economic activities and as parking area. Normally the speed and comfort ability of the pedestrian is affected by the width of the path, number of pedestrian and also the condition of the surroundings. An organization that specialized in researching city transportation, report that a pedestrian needs at least 75cm of width, and normally can reach 300-400m long by walking, although it depends on his/her destination/aim and age. This research used the behavior mapping approach, where we have done behavior test toward the setting to be able to figure the behavior in to the map by identifying and seein the frequency of a behavior, and to see the bound into a specific design. This mapping technique is supported by the Placed Center Map Technique. This technique is used to know how a certain group use and accommodate its behavior into a certain time and certain place. The research is held on Kabupaten Daerah Tingakt II Klaten which geographically has a strategic position because it is located in the way of connecting Yogyakarta City and Surakarta City which can also access Bojolali and Sukoharjo. Our research is focused on a street model Jalan Pemuda Klaten City. According to our observation in Jalan Pemuda Klaten City, it is seen several phenomena a correlation between the pedestrian activities and the shop district behind. There are various aspects that can form the characteristic of the activities done in the pedestrian path, some of them are physical and time aspects. One of the physical aspect shows factors of space usage , which can be concluded that city pedestrian path should be recognize as a necessary element of the city facility to form a linear open space, more than that pedestrian path also serve as a bound for the mass of the surrounding buildings.
Kata Kunci : Ruang Terbuka,Jalur Pedestrian,Sarana Publik, Open Space, Trails Pedestrian, Public Facilities