Laporkan Masalah

Implementasi Program Pembinaan dan Penguatan Modal Pengrajin Industri Kecil di Kabupaten Gunungkidul :: Studi tentang Proses Penjaringan Calon Penerima Bantuan Kredit Penguatan Modal

ROKHAMIRULDATUN, Suryoaji, Drs. Djoko Suseno, SU

2006 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Persoalan permodalan merupakan salah satu permasalahan pokok yang sepertinya tak pernah terselesaikan bagi industri kecil khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Dengan segala keterbatasannya, para pengrajin industri kecil di Kabupaten Gunungkidul masih sulit mengakses sumber-sumber permodalan terutama terhadap lembaga perbankan, sedangkan pinjaman bergulir dari pemerintah pusat maupun BUMN prosentase jangkauannya terhadap pengrajin industri kecil Kabupaten Gunungkidul masih sangat kecil. Upaya pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengatasi masalah permodalan bagi pengrajin industri kecil, antara lain dengan memberikan bantuan kredit penguatan modal, namun dampak dari pemberian kredit tersebut adalah kemacetan, walaupun penerima kredit telah melalui proses penjaringan untuk penilaian kelayakan usahanya. Banyak program dari pemerintah maupun lembaga non pemerintah yang memberikan kredit permodalan dengan berbagai model pemberian kredit, namun semuanya berakhir dengan kegagalan. Perputaran dana dari kredit-kredit tersebut banyak yang mengalami kemacetan sehingga perlu dicari alternatif program atau mekanisme penyaluran pinjaman baru yang lebih relevan. Kredit permodalan untuk perorangan melalui proses penjaringan dan pendampingan dengan melibatkan desa dan kecamatan dikembangkan sebagai alternatif penyempurnaan program penguatan modal sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui realita pelaksanaan kegiatan proses penjaringan pada program pembinaan dan penguatan modal pengrajin industri kecil di Kabupaten Gunungkidul yang berdampak terjadinya kemacetan dalam pengembalian kredit. Adapun penelitian dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan dilakukan dengan mengambil data primer melalui observasi langsung dan wawancara dengan pengrajin industri kecil penerima kredit, petugas pendamping, aparat pemerintah daerah, baik itu Kepala Desa, Camat maupun dari instansi pengelola program penguatan modal. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dimana prosedur penelitian menghasilkan data deskriptif dan temuan-temuannya yang tidak diperoleh melalui prosedur statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Penguatan Modal lebih mengarah pada pencapaian target, baik itu target waktu, target jumlah penerima bantuan kredit, maupun target angsuran yang dalam hal ini dimasukkan sebagai Pendapatan Daerah (PAD) dimana nuansa “proyek” masih sangat kental terlihat, sehingga pada proses penjaringan yang dipentingkan adalah segi kuantitasnya. Dalam realita yang ada, bantuan kredit sebagian salah sasaran jatuh ke tangan para elit pedesaan yang sebagian besar mengalami kemacetan. Kekurangberhasilan program penguatan modal ini hendaknya dikaji ulang, dicari alternatif program yang lebih relevan dengan persyaratan dan prosedur kreditnya lebih disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Sedang untuk menghilangkan kesan proyek, keterikatan waktu perlu dihilangkan, sehingga pengrajin industri kecil dapat mengakses kredit penguatan modal setiap saat.

Capital is one of the main difficult problems to solve for small-scaled industry in Gunung Kidul Regency. Because of limited condition, small-scaled industrialists in Gunung Kidul are still difficult to get access to capital sources especially to bank institution, whereas not all of them can obtain the loan from central government or state-owned enterprises. The government of Gunung Kidul regency has an effort to overcome the problem of capital for small-scaled industrialists such as by giving credit for capital increase. However, the debtors cannot pay off their entire loan although they have followed selection process to evaluate their business prospect. There are many programs from both government and non governmental organization which give various credit models. However, those programs end in failure because the debtor cannot pay off their entire loan. For that reason, it is necessary to find out program alternative or a new relevant distribution mechanism of loan. An individual capital credit through selection process and assistance involving village and district is improved as completion alternative of previous program for capital increase.. This research is carried out to know about the accomplishment reality of selection process activity in establishment and strengthening program for smallscaled industrialists which affects on unperformed loan. This research is conducted by field and literature study. Field study is carried out by getting primary datum through direct observation and interview with small-scaled industrialists receiving credit, assistance official, and government apparatus such as village-head, district-head, as well as capital control institution. The method used in this research is qualitative approach. It means that the research procedure results in descriptive datum and its findings which cannot be found through statistical problem. The research result shows that the program for capital increase mostly leads to target achievement containing time, the amount of debtors and installment target. All of them are local income where ‘project’ nuance can be obviously seen. The consequence, quantitative aspect gets more roles in selection process. In reality, some of credit has been misplaced on village elites which lead to unperformed loan. The minimum result of this program for capital increase should be re-examined. In addition, the alternative program relevant with the requirement should be found as well as the credit procedure should also be in accordance with community condition. To make lose the ‘project’ nuance, time restriction should be omitted so small-scaled industrialists can have access to get credit for capital increase every time.

Kata Kunci : Industri Kecil,Kredit Penguatan Modal,Proses Penjaringan, Credit for Capital Increase, Small-Scaled Industry, Selection Process.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.