Laporkan Masalah

Strategi pemberdayaan masyarakat :: Studi tentang WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Lampung di kawasan Tahura (Taman Hutan Rakyat) Wan Abdul Rachman di Dusun Muara Tiga Desa Hurun Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Lampung Selatan

AHFAN, Rahmawati, Dr. Susetiawan

2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial)

Analisis studi ini menggunakan alternatif development yang tidak hanya menitikberatkan pada keterlibatan/ partisipasi tetapi juga memampukan masyarakat untuk melindungi kepentingan bahkan mengadvokasi dirinya sendiri. Kajian ini berusaha memotret pemberdayaan sebagai strategi yang digunakan NGO dalam mengorganisasi masyarakat dengan mendampingi/ memfasilitasi mereka. Tujuannya untuk melihat potensi dan sumberdaya yang ada kemudian meningkatkan kapasitas dan bargaining position masyarakat hingga mandiri. Konsep perberdayaan seperti ini membingkai struktur masyarakat dan gerakan sosial (social movement) dalam civil society. Kompleksitas strategi pemberdayaan yang dilakukan NGO yaitu WALHI Lampung dan Kawan Tani lebih tepat dibedah dengan metode penelitian kualitaif yang sifatnya deskriptif karena lebih mementingkan proses daripada hasil. Strategi dalam penelitian ini menggunakan studi kasus yang bersifat spesifik, khusus dan berskala lokal. Informan penelitian diambil menggunakan teknik sampel bertujuan (purposive sample) yaitu mereka yang langsung diorganisir Kawan Tani sebagai organisasi anggota WALHI Lampung dan stakeholders lain yang berkepentingan terhadap Tahura WAR. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interview dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data melalui deskriptive analisys dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Strategi pemberdayaan yang dilakukan WALHI Lampung merupakan gabungan dari dua pendekatan yaitu ranah elit dan populis. Ranah elit mengandalkan kemampuan lobby dan pengembangan wacana publik melalui kampanye. Fokus utamanya adalah perubahan formula kebijakan. Berbeda dengan ranah populis yang pada tiap tahapannya melibatkan masyarakat dengan pengorganisasian di tingkat basis. Ini disebut juga penerapan PRA atau pengkajian wilayah dimana prinsip dan tehnik PRA diimplementasikan. Ranah ini bertujuan mengembangkan pendidikan yang memunculkan kesadaran kritis dan mendorong perubahan kebijakan di tingkat mikro atau di level bawah sehingga masyarakat dapat berdaya dengan melakukan advokasi terhadap kekuasaan yang mendominasi di sekitarnya.

This study analysis use alternative development that not only emphasize on involvement/ participation but also make society able to protect their interest in fact even advocates themselves. This study try to photograph empowerment as strategy that’s used by NGO organized the society with accompany/ facilitate them. Its purpose to see the potency and resources, later increase society capacity and bargaining position until they become autonomous. Empowerment concept like this will frame society structure and social movement in the civil society. Complexity of empowerment strategy that’s performed by NGO is WALHI Lampung and Kawan Tani more precise operated by qualitative research method with descriptive characteristic because more emphasize on process than results. Strategy in this research used case study with specific, special and local scales characteristic. Informant of this research is taken by purposive sample technique who are directly organized by Kawan Tani as organization member of WALHI Lampung and other stakeholders that having interest with Tahura WAR. Data collecting technique performed by observation, interview and documentation while data analysis technique through descriptive analysis by reducing data, providing data and pulling of conclusion or verification. Empowerment strategy that’s performed by WALHI Lampung is mixed by two approaches, which are elite and popular domain. Elite domain trades on lobby ability and developing of public discourse through campaign. Its main focus is change of policy formula. Differ with popular domain which in each phase involved society with organizing in basic level. It’s also called PRA application or region research where the principle and PRA technique are implemented. This domain has purpose to expand education that bring up critical awareness and motivate policy change in micro level. So that society able to endeavor by performs advocate to authority that dominate surroundings.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat,Masyarakat Sipil,Strategi NGO, Empowerment - Civil Society - Environmental


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.